Internasional . 18/05/2026, 11:29 WIB
Kelompok bersenjata yang mendapatkan dukungan Iran di Irak tercatat memiliki persenjataan drone, sementara pemberontak Houthi di Yaman juga mengoperasikan UAV kelas tempur.
Di tengah situasi panas ini, Pakistan aktif mengambil peran sebagai mediator. Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, mengadakan pertemuan di Teheran pada hari Minggu dengan kepala negosiator sekaligus ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.
Melalui unggahan di media sosial, Ghalibaf menyatakan bahwa perang yang AS dan Israel sulut telah menggoyahkan stabilitas seluruh Timur Tengah.
"Beberapa pemerintah di kawasan itu percaya bahwa kehadiran Amerika Serikat akan memberi mereka keamanan, tetapi peristiwa baru-baru ini menunjukkan bahwa kehadiran ini tidak hanya tidak mampu memberikan keamanan, tetapi juga menciptakan dasar bagi ketidakamanan," tegas Ghalibaf.
Di panggung diplomasi global, Donald Trump sebenarnya telah membahas isu Iran ini bersama Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dalam pertemuan puncak awal pekan ini. Namun, pertemuan tersebut tampaknya belum menghasilkan kemajuan signifikan.
Trump mengklaim Xi memberikan jaminan bahwa China tidak sedang mempersiapkan bantuan militer untuk Iran. Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri China mendesak agar semua pihak segera membuka kembali jalur pelayaran internasional sesegera mungkin.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id