Internasional . 18/05/2026, 10:00 WIB
Sementara Tesla memiliki kepentingan besar di pasar China melalui pabrik raksasa mereka di Shanghai dan tingginya penjualan kendaraan listrik di negara tersebut.
Trump mengatakan kedua negara sempat membahas aturan pengamanan pengembangan kecerdasan buatan atau AI. Namun tidak dijelaskan secara detail bentuk kesepakatan maupun arah kerja sama yang akan dilakukan.
Persaingan teknologi antara Washington dan Beijing memang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama di sektor AI, semikonduktor, dan kendaraan listrik.
Walau pertemuan berlangsung penuh senyum diplomatik, China tetap menegaskan posisi kerasnya mengenai Taiwan.
Dalam pernyataan resmi pemerintah China, Xi Jinping disebut mengingatkan bahwa Taiwan merupakan isu paling penting dan sensitif dalam hubungan dengan Amerika Serikat.
China menilai Taiwan adalah bagian dari wilayahnya, sementara Amerika Serikat selama ini memiliki hubungan dekat dengan Taipei, termasuk kerja sama keamanan dan teknologi.
Peringatan Xi menunjukkan bahwa persoalan geopolitik masih menjadi bom waktu dalam hubungan kedua negara, terlepas dari upaya memperbaiki hubungan dagang.
Selain Taiwan, isu perang di Timur Tengah dan jalur perdagangan energi dunia juga ikut dibahas dalam pertemuan tersebut. Trump berharap China dapat membantu menjaga stabilitas kawasan, terutama terkait keamanan Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak global.
Setelah kunjungan di Beijing, Trump disebut telah mengundang Xi Jinping untuk datang ke Gedung Putih dalam beberapa bulan mendatang. Pertemuan lanjutan itu diperkirakan akan menjadi momentum penting untuk melihat apakah kedua negara benar-benar mampu menghasilkan kesepakatan konkret.
Sejumlah pejabat Amerika Serikat mengakui masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum berbagai rencana kerja sama bisa benar-benar diterapkan.
Hal ini memperlihatkan bahwa hubungan Washington dan Beijing masih berada dalam fase penuh kehati-hatian. Kedua negara sama-sama ingin menjaga stabilitas ekonomi global, tetapi tetap mempertahankan kepentingan strategis masing-masing.
KTT antara Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing memperlihatkan kombinasi antara diplomasi hangat dan ketidakpastian besar. Klaim mengenai kerja sama dagang bernilai jumbo memang mencuri perhatian, tetapi minimnya detail resmi membuat dunia masih menunggu bukti nyata dari hasil pertemuan tersebut.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id