Internasional . 18/05/2026, 10:00 WIB
fin.co.id - Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing menjadi salah satu agenda politik dan ekonomi paling diperhatikan dunia tahun ini. Dua negara dengan kekuatan ekonomi terbesar global itu mencoba menunjukkan hubungan yang lebih stabil setelah berbulan-bulan diwarnai ketegangan perdagangan dan persaingan teknologi.
Selama dua hari kunjungan, suasana diplomatik terlihat sangat hangat. Trump mendapat penyambutan resmi penuh kehormatan dari pemerintah China, mulai dari jamuan kenegaraan hingga pertemuan eksklusif bersama para petinggi Partai Komunis China.
Di hadapan media, kedua pemimpin sama-sama melontarkan nada optimistis. Trump menyebut pembicaraan berlangsung “luar biasa sukses”, sementara Xi Jinping menilai kunjungan tersebut sebagai momentum penting untuk memperkuat stabilitas hubungan kedua negara.
Namun di balik suasana positif itu, dunia justru dibuat bertanya-tanya karena hampir tidak ada rincian kesepakatan besar yang diumumkan secara terbuka.
Trump mengklaim China siap membeli ratusan pesawat dari Boeing dalam kesepakatan bernilai besar. Ia juga mengatakan China akan meningkatkan pembelian produk pertanian Amerika Serikat, terutama kedelai.
Pernyataan itu langsung menjadi perhatian karena sektor penerbangan dan pertanian selama ini termasuk yang paling terdampak perang dagang antara Washington dan Beijing.
Jika pembelian pesawat benar-benar direalisasikan, itu akan menjadi salah satu transaksi terbesar Boeing dengan China dalam hampir satu dekade terakhir. Hubungan perusahaan tersebut dengan pasar China sempat terganggu akibat meningkatnya konflik dagang dan politik antara kedua negara.
Meski begitu, pemerintah China belum memberikan pernyataan rinci terkait nilai transaksi maupun bentuk kesepakatan yang dimaksud Trump. Beijing hanya menegaskan pentingnya kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.
Ketidakjelasan ini membuat banyak analis menilai bahwa sebagian pembicaraan kemungkinan masih berada dalam tahap negosiasi dan belum mencapai keputusan final.
Kunjungan Trump ke Beijing juga memperlihatkan bagaimana isu teknologi kini menjadi bagian penting dalam hubungan Amerika Serikat dan China.
CEO Tesla Elon Musk dan CEO Nvidia Jensen Huang tampak berada dekat dengan Trump selama agenda resmi berlangsung.
Kehadiran Jensen Huang dinilai sangat menarik karena Nvidia saat ini menghadapi pembatasan ekspor chip AI ke China akibat kebijakan pemerintah Amerika Serikat.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id