Internasional . 18/05/2026, 22:04 WIB
fin.co.id - Dunia tengah menghadapi situasi geopolitik yang sangat menegangkan. Berbagai konflik dan perang masih terus berkecamuk di berbagai belahan bumi, termasuk perseteruan hebat antara Amerika Serikat (AS) vs Iran yang terus memicu kekhawatiran global.
Di tengah situasi yang tidak menentu ini, Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi secara terbuka mengakui adanya kekhawatiran besar terhadap kemampuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menanggapi berbagai krisis internasional tersebut.
Keraguan ini mencuat saat Motegi menghadiri rapat komite terkait di majelis tinggi parlemen Jepang pada hari Senin. Dalam forum tersebut, ia menerima pertanyaan mengenai pendanaan PBB, peran organisasi internasional, serta fungsi keamanan yang mereka dukung selama ini.
"Memang, ada pertanyaan yang diajukan tentang apakah PBB memiliki kapasitas yang cukup untuk menanggapi berbagai tantangan internasional," katanya menanggapi hal tersebut.
Sorotan tajam Menlu Jepang tertuju langsung pada badan paling kuat di dalam organisasi dunia tersebut, yaitu Dewan Keamanan. Ia menilai lembaga ini semakin kehilangan taringnya ketika harus menghadapi peperangan dan gesekan antarnegara yang terjadi hari ini.
"Secara khusus terkait dengan Dewan Keamanan PBB, ada indikasi bahwa kemampuannya menurun dalam mencegah dan menyelesaikan konflik," imbuhnya.
Motegi kemudian memberikan kilas balik sejarah mengenai perkembangan organisasi ini. Pada awal berdirinya, hanya ada 51 negara yang terlibat dalam pendirian PBB. Namun saat ini, institusi global tersebut telah menyatukan lebih dari 190 negara anggota.
Perubahan drastis dalam peta geopolitik dunia ini membuat struktur lama PBB dianggap sudah tidak relevan lagi. Menurut Motegi, sejumlah pertanyaan kini semakin lantang muncul ke permukaan mengenai apakah susunan Dewan Keamanan saat ini masih mencerminkan keadaan yang sebenarnya dari komunitas internasional.
Melihat kenyataan bahwa PBB belum mampu meredam serangkaian perang dunia yang sedang berlangsung—termasuk ketegangan akut AS vs Iran serta konflik global lainnya—pemerintah Jepang tidak ingin tinggal diam. Negara Sakura ini merasa perlu ada penyegaran struktur secara menyeluruh agar perdamaian dunia dapat terwujud.
Sebagai penutup, Motegi menambahkan bahwa Tokyo berkomitmen untuk tidak tinggal diam melihat pelemahan ini. Pihaknya akan terus mendorong agenda reformasi Dewan Keamanan PBB secara konsisten.
Selain itu, Jepang juga memastikan diri untuk terus berpartisipasi aktif dalam setiap upaya yang bertujuan memperkuat kerja sama multilateral demi mengatasi tantangan global yang semakin kompleks.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id