Kesehatan . 07/05/2026, 21:07 WIB
fin.co.id - Kasus tekanan darah tinggi pada anak mulai menjadi sorotan. Banyak orang tua mungkin mengira hipertensi hanya menyerang orang dewasa akibat stres, konsumsi garam berlebih, atau kebiasaan merokok. Namun, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah mengingatkan bahwa kondisi pada anak ternyata memiliki pola yang berbeda dan tidak boleh dianggap sepele.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Yovi Kurniawati, Sp. J.P, Subs. K.Ped.P.J.B (K) mengungkapkan bahwa penyebab hipertensi pada anak sering kali tidak mudah ditemukan. Kondisi ini berbeda dengan tekanan darah tinggi pada orang dewasa yang umumnya berkaitan dengan pola hidup tidak sehat.
Menurut dr. Yovi, sebagian besar kasus hipertensi pada anak muncul tanpa penyebab yang jelas. Karena itu, banyak kasus hanya bisa dikendalikan, bukan disembuhkan sepenuhnya.
“Tekanan darah tinggi pada anak itu mungkin agak berbeda dengan dewasa. Pada anak itu memang rata-rata tekanan darah tinggi itu penyebabnya seperti tadi, penyebabnya tidak diketahui dan hanya beberapa persen yang kita bisa cari,” kata dr. Yovi di Jakarta, Kamis.
Pernyataan tersebut menjadi alarm serius bagi para orang tua. Pasalnya, tekanan darah tinggi pada usia anak bisa memicu gangguan kesehatan lain apabila tidak segera terdeteksi.
Dokter lulusan Universitas Indonesia yang kini bertugas di Rumah Sakit Pondok Indah-Pondok Indah itu menjelaskan bahwa beberapa kasus hipertensi pada anak berkaitan dengan kelainan struktur jantung.
Selain itu, dokter juga menemukan hubungan antara tekanan darah tinggi pada anak dengan penyakit jantung koroner, gangguan ginjal, hingga Arteritis Takayasu atau peradangan pembuluh darah.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa hipertensi pada anak bukan sekadar masalah pola makan. Dalam sejumlah kasus, gangguan organ tubuh menjadi pemicu utama meningkatnya tekanan darah.
Meski begitu, gaya hidup tetap memegang peranan penting. Anak yang terbiasa menjalani pola hidup tidak sehat memiliki risiko lebih besar mengalami peningkatan tekanan darah sejak dini.
Karena itu, dr. Yovi menekankan pentingnya mencari akar masalah hipertensi pada anak. Jika dokter berhasil menemukan penyebabnya, peluang perbaikan kondisi akan jauh lebih besar.
“Kalau untuk kita tahu penyebabnya apa, terus bisa dikoreksi, itu (tekanan darah tingginya) bisa diperbaiki,” ujarnya.
Sebaliknya, jika penyebab tekanan darah tinggi tidak diketahui, penanganan biasanya hanya berfokus pada pengendalian kondisi. Dokter umumnya menggunakan kombinasi obat-obatan, alat medis, pengaturan pola makan, dan perubahan gaya hidup untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.
Banyak orang tua belum memahami bahwa standar tekanan darah normal anak berbeda dengan orang dewasa. dr. Yovi menjelaskan bahwa ukuran tekanan darah normal pada anak bergantung pada usia, jenis kelamin, dan tinggi badan.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id