Kontroversi Grace Natalie, dari Penolakan Perda Syariah hingga Dilaporkan soal Ceramah Jusuf Kalla

fin.co.id - 07/05/2026, 06:22 WIB

Kontroversi Grace Natalie, dari Penolakan Perda Syariah hingga Dilaporkan soal Ceramah Jusuf Kalla

Grace Natelie

fin.co.id -  Sekretaris Dewan PSI, Grace Natalie, kembali menjadi sorotan publik usai dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh puluhan organisasi masyarakat Islam terkait unggahan potongan video ceramah Jusuf Kalla mengenai konflik Ambon.

Namun, polemik kali ini bukan yang pertama bagi Grace Natalie. Dalam beberapa tahun terakhir, mantan jurnalis televisi tersebut beberapa kali menuai kontroversi akibat pernyataan politiknya, mulai dari penolakan perda syariah hingga penghargaan “Kebohongan Award” kepada Prabowo Subianto saat Pilpres 2019.

Berikut rangkuman sejumlah kontroversi yang pernah melibatkan Grace Natalie.

Penolakan terhadap Perda Syariah

Pada 2018, saat masih menjabat Ketua Umum PSI, Grace Natalie secara terbuka menolak perda berbasis agama, termasuk perda syariah.

Pernyataan itu disampaikan dalam perayaan HUT ke-4 PSI di ICE BSD Hall 3A, Tangerang. Dalam pidatonya, Grace menyinggung komitmen partainya untuk melawan diskriminasi dan intoleransi di Indonesia.

"PSI akan mencegah lahirnya ketidakadilan, diskriminasi, dan seluruh tindak intoleransi di negeri ini," kata Grace saat itu.

"Partai ini tidak akan pernah mendukung perda Injil atau perda syariah, tidak boleh lagi ada penutupan rumah ibadah secara paksa," sambungnya.

Pernyataan tersebut memicu kritik dari berbagai pihak, mulai dari PBNU, anggota DPR, hingga partai politik seperti PPP dan PKS.

Tak hanya menuai polemik, Grace juga sempat dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) melalui kuasa hukum Eggi Sudjana. Laporan itu terdaftar dengan nomor LP/B/1502/XI/2018/BARESKRIM atas dugaan ujaran kebencian.

Polemik “Kebohongan Award” untuk Prabowo

Kontroversi lain muncul pada 2019 saat PSI meluncurkan penghargaan bertajuk “Kebohongan Award” yang diberikan kepada Prabowo Subianto, yang kala itu menjadi calon presiden penantang Joko Widodo.

Grace Natalie bersama sejumlah kader PSI seperti Raja Juli Antoni, Tsamara Amany, dan Dara Adinda Kusuma Nasution kemudian dilaporkan ke polisi oleh Advokat Cinta Tanah Air (ACTA).

Penghargaan tersebut diberikan PSI kepada Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, dan Andi Arief terkait sejumlah pernyataan yang dianggap kontroversial.

PSI memberikan “Kebohongan Award” kepada Prabowo terkait pernyataan “1 selang cuci darah di RSCM dipakai 40 orang”, kepada Sandiaga Uno terkait “membangun Tol Cipali tanpa utang”, serta kepada Andi Arief terkait isu “7 kontainer surat suara tercoblos”.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca