fin.co.id - Kelelahan sering dianggap hal sepele. Padahal, kondisi ini bisa jadi alarm serius dari tubuh. Banyak orang tetap memaksakan aktivitas meski tubuh sudah memberi sinyal bahaya. Akibatnya, risiko gangguan kesehatan fisik dan mental meningkat tanpa disadari.
Praktisi kesehatan masyarakat lulusan Universitas Indonesia, Ngabila Salama, mengungkapkan bahwa tubuh memiliki cara sendiri untuk “berbicara”. Sayangnya, sinyal ini sering diabaikan.
“Tubuh yang terlalu lelah sering memberi tanda yang dianggap sepele. Bila diabaikan terus-menerus, kelelahan kronis bisa meningkatkan risiko kesehatan fisik maupun mental,” jelasnya dikutip dari ANTARA.
Tanda Tubuh Kelelahan yang Sering Tidak Disadari
Kelelahan tidak selalu muncul dalam bentuk rasa capek biasa. Dalam banyak kasus, tubuh memberi sinyal melalui perubahan fisik maupun mental.
Ngabila menjelaskan, salah satu tanda paling umum yaitu mudah mengantuk di siang hari. Selain itu, tubuh yang kelelahan juga sering membuat seseorang sulit fokus saat bekerja atau belajar.
Bukan hanya itu, daya ingat juga bisa ikut terganggu. Orang yang kurang istirahat biasanya menjadi lebih mudah lupa, bahkan untuk hal-hal sederhana yang sebelumnya mudah diingat.
Di sisi lain, perubahan emosi juga patut diwaspadai. Ketika tubuh sudah terlalu lelah, seseorang cenderung menjadi lebih sensitif, mudah tersinggung, atau cepat marah.
Kondisi tersebut kemudian sering diikuti keluhan fisik. Mulai dari sakit kepala, pegal yang berlangsung lama, hingga mata terasa berat. Bahkan, pada beberapa orang, daya tahan tubuh ikut menurun sehingga tubuh menjadi lebih mudah sakit.
Kalau gejala-gejala ini mulai muncul hampir setiap hari, jangan buru-buru menganggapnya hanya efek pekerjaan menumpuk. Bisa jadi tubuh sedang meminta waktu untuk pulih.
Penyebab Utama Tubuh Mudah Lelah
Menurut Ngabila, salah satu penyebab utama dari berbagai tanda kelelahan tersebut adalah kurangnya waktu tidur yang berkualitas.
Baca Juga
Banyak orang merasa sudah tidur, tetapi kualitas istirahatnya belum benar-benar optimal. Akibatnya, tubuh tetap terasa lemas saat bangun pagi dan energi sulit kembali penuh sepanjang hari.
Untuk sebagian orang, tidur lebih lama di akhir pekan memang dapat membantu mengurangi “utang tidur” sementara. Namun, langkah ini tidak boleh dilakukan secara berlebihan.
Ngabila menegaskan, tidur terlalu lama sampai siang atau mengubah jam tidur secara drastis justru bisa mengacaukan ritme biologis tubuh.