Meski belum penuh mencapai target, perusahaan menekankan strategi yang dipilih bukan mengejar volume kontrak secara agresif, melainkan menyeleksi proyek-proyek bernilai strategis dan menjaga kualitas portofolio.
Strategi ini menunjukkan pendekatan yang lebih terukur, terutama di tengah tekanan sektor konstruksi dan persaingan ketat antar-BUMN karya.
JTTS Tancap Gas, Tol Terbangun Tembus 1.108 Km
Dari sisi operasional, pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) tetap melaju. Hingga akhir Triwulan I 2026, panjang tol terbangun secara kumulatif mencapai 1.108 kilometer, bertambah 10,1 kilometer pada periode ini.
Beberapa ruas strategis yang masih dalam konstruksi aktif meliputi Betung–Jambi, Rengat–Pekanbaru, dan Palembang–Betung.
Perseroan juga terus mengoptimalkan pengusahaan ruas yang sudah beroperasi, sejalan dengan dukungan pemerintah terhadap percepatan konektivitas Sumatra.
Empat Strategi Besar Disiapkan untuk Jaga Momentum
Manajemen menetapkan empat pilar utama untuk menjaga performa sepanjang 2026.
Pertama, memperkuat disiplin pengendalian biaya sambil meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika pasar global.
Kedua, mengoptimalkan pemanfaatan energi di seluruh unit kerja, baik di kantor maupun proyek.
Ketiga, memastikan seluruh keputusan bisnis diambil secara presisi agar kualitas aset tetap terjaga dan risiko impairment bisa ditekan.
Keempat, mempercepat penguatan kompetensi sumber daya manusia agar daya saing perusahaan makin kokoh di tengah kompetisi sektor konstruksi nasional.
Baca Juga
Disiplin Finansial Jadi Kunci Bertahan
Kinerja kuartal pertama ini memperlihatkan Hutama Karya tak hanya mengandalkan ekspansi infrastruktur, tetapi juga menjadikan disiplin finansial sebagai motor pertumbuhan.
Di tengah ketidakpastian global, strategi itu justru menjadi pembeda. Laba melampaui target, utang turun, aset menguat, proyek strategis berjalan, dan JTTS terus bertambah.