Kisah 180 Hari Raja Sabu 58 Kg

fin.co.id - 18/04/2026, 15:13 WIB

Kisah 180 Hari Raja Sabu 58 Kg

Kisah 180 Hari Raja Sabu 58 Kg

6 bulan pelarian itu berakhir sunyi dini hari. Seorang buronan narkoba yang pernah ‘lenyap’ dari ruang penyidik Polda Jambi tertangkap kembali. Kisah panjang tentang kelengahan, keberanian dan pengejaran tanpa henti.

-----------------------------------------------------------

LANGIT masih gelap ketika roda kendaraan tim gabungan berhenti di sebuah titik sunyi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.

Jam menunjukkan sekitar pukul 03.00 WIB. Hari Kamis, 16 April 2026. Udara dini hari terasa dingin, membungkus operasi senyap yang telah dirancang sangat matang.

Di dalam mobil target, sosok yang selama berbulan-bulan diburu itu akhirnya tak lagi bisa bersembunyi.

M. Alung Ramadhan. Masih muda. Muda sekali. Umurnya baru 23 tahun. Namanya sempat menghilang dari genggaman hukum. Dia ditangkap bersama 5 orang lainnya tanpa perlawanan.

Penangkapan ini menutup bab panjang pelarian pria yang terseret dalam kasus besar: peredaran 58 kilogram sabu-sabu.

Kasus ini bermula pada Oktober 2025. Informasi intelijen mengarah pada pergerakan jaringan narkotika yang melintasi rute Sumatra hingga Jawa. Tim Ditresnarkoba bergerak cepat.

Alung bersama dua rekannya—Agit dan Juniardo—ditangkap dalam operasi terpisah. Dari pengembangan, polisi menemukan puluhan kilogram sabu disembunyikan dalam sebuah mobil di area rumah sakit di Bayung Lencir.

Barang bukti itu kemudian diamankan. Ketiganya digiring ke markas kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Ini jaringan besar yang sedang kami dalami. Pergerakannya terstruktur,” ungkap Kapolda Jambi, Irjen Pol Krisno Siregar.

Pelarian yang Tak Terduga dari Lantai Dua

Namun, tak ada yang menyangka. Di tengah proses hukum, cerita justru berubah drastis.

Di dalam ruang pemeriksaan, Alung sempat ditinggalkan seorang diri. Tangannya terikat borgol plastis alias tali tis. Situasi itu dimanfaatkan olehnya: kabur.

Ia membuka jalan lewat jendela di lantai dua gedung. Dalam kondisi masih diborgol, ia melompat turun ke bawah, lalu melepaskan ikatan di tangannya.

Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis

Penulis FIN.CO.ID