Mungkin karena udara di kawasan ini cukup dingin, makanan hangat terasa sangat menggoda.
Akhirnya saya pun ikut tergoda.
"Ya sudah sekalian saja," pikir saya.
Kami duduk di kantin kecil sambil menikmati Pop Mie yang masih mengepul panas.
Nezar dan kedua kakaknya tampak sangat menikmati suapan pertama mereka.
Suara "sruput" mie instan yang mereka makan membuat suasana terasa semakin seru.
Udara pegunungan, makanan hangat, dan tawa anak-anak menjadi kombinasi sederhana yang terasa sangat menyenangkan.
Tak teras waktu pun perlahan bergerak menuju pukul 16.00 WIB.
Setelah selesai makan, anak-anak ternyata masih belum puas.
Mereka ingin berjalan-jalan melihat fasilitas lain yang ada di kawasan wisata.
Baca Juga
Area wisata agro Gunung Wayang ini sebenarnya cukup luas. Dari berbagai sudut terlihat pemandangan sawah, perbukitan, hingga kebun teh yang membentang di kejauhan.
Meski begitu, ada satu pemandangan yang sedikit membuat saya terkejut.
Sebagian area yang dulu berupa kebun kini terlihat sudah berubah menjadi perkebunan sawit.
Namun secara keseluruhan, panorama alamnya masih terasa sangat indah.