Tawa Anak-anak dan Senja yang Hangat di Gunung Wayang
Liburan Lebaran tahun ini mungkin tidak mewah, tetapi penuh cerita kecil yang hangat, mungkin, itulah yang membuat perjalanan seperti ini selalu terasa berharga.
Yang lebih menarik lagi, air kolam berasal langsung dari mata air pegunungan di sekitar kawasan tersebut.
Akibatnya, suhu airnya benar-benar dingin.
Bukan sekadar dingin biasa, tapi dingin yang terasa sampai ke tulang.
Begitu masuk ke kolam, anak saya Nezar langsung merasakan sensasi air pegunungan itu.
Baru beberapa menit bermain air, ia langsung berteriak sambil menggigil.
"Ayah dinginnn… udah ahh!" teriaknya sambil mengatupkan giginya.
Saya dan istri hanya tertawa melihat reaksinya.
Tapi namanya juga anak-anak. Meski sempat kedinginan, ketika sudah menemukan teman bermain, rasa dingin itu seperti terlupakan.
Baca Juga
Nezar bersama kedua kakaknya tetap asyik bermain air, saling ciprat, dan sesekali mencoba meluncur di pinggir kolam.
Tanpa terasa, hampir dua jam mereka bermain air.
Akhirnya mereka berhenti bukan karena bosan, melainkan karena dua hal: kedinginan dan lapar.
Begitu keluar dari kolam, mereka langsung menuju kantin kecil yang ada di area wisata.
Permintaan mereka sangat sederhana.
Pop Mie panas!
Berita Terkait
Senja Lembut yang Singgah di Danau Cincin
Saat Penat Kota Luruh Bersama Arus Cisadane