fin.co.id - Lampu stadion Selhurst Park akan bersinar lebih terang saat Crystal Palace menjamu Fiorentina dalam laga leg pertama perempat final Liga Konferensi UEFA, pada Jumat, 10 April 2026, pukul 02.00 WIB.
Ini adalah momen monumental bagi klub asal London Selatan tersebut, mengingat ini merupakan penampilan perdana mereka di babak delapan besar kompetisi antarklub Eropa sepanjang sejarah klub berdiri.
Langkah The Eagles menuju fase ini terbilang dramatis. Setelah bermain imbang tanpa gol di kandang, pasukan Oliver Glasner berhasil menyingkirkan AEK Larnaca melalui kemenangan tipis 2-1 di Yunani lewat babak perpanjangan waktu.
Di sisi lain, Fiorentina melaju dengan lebih meyakinkan setelah menyapu bersih dua kemenangan identik 2-1 atas Rakow Czestochowa.
Kebangkitan "The Eagles" dan Tantangan Konsistensi
Setelah melewati periode kelam tanpa kemenangan antara Desember hingga Januari, Crystal Palace kini mulai menemukan kembali sentuhan terbaiknya.
Tim asuhan Glasner tidak terkalahkan dalam empat laga terakhir di semua kompetisi. Rekor mereka di Liga Konferensi pun cukup impresif dengan catatan enam laga tanpa kekalahan.
Meski demikian, musim 2025-2026 ini bak roller coaster bagi Palace. Sempat tampil perkasa di 10 laga awal, performa mereka merosot akibat hengkangnya beberapa pemain pilar.
Masalah inkonsistensi di kandang juga masih membayangi, di mana mereka baru memenangi tiga laga Liga Inggris di Selhurst Park.
Namun, atmosfer kompetisi Eropa seringkali memicu Palace untuk tampil di atas rata-rata.
Fiorentina: Sang Spesialis Knockout
Berbeda dengan tuan rumah, Fiorentina adalah "pemain lama" di fase ini. Namun, laga ini menjadi pertemuan pertama mereka dengan wakil Inggris sejak final Liga Konferensi 2023 di Praha.
Baca Juga
Meski terseok-seok di peringkat ke-15 Serie A, tim besutan Paolo Vanoli tetap menjadi lawan yang sangat berbahaya di turnamen berformat gugur.
Pengalaman menjadi senjata utama klub berjuluk La Viola ini. Mereka selalu berhasil menembus minimal babak semifinal dalam tiga musim terakhir di Liga Konferensi.
Rekor sejarah mereka pun mencengangkan, memenangi 10 dari 11 perempat final Eropa yang pernah mereka jalani. Satu-satunya kegagalan mereka terjadi saat disingkirkan Celtic pada musim 1969-1970.