Narasi tersebut disebut-sebut bersumber dari keterangan ahli digital forensik Rismon Sianipar.
Namun hingga kini, keaslian rekaman maupun informasi yang beredar dalam video tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
PDIP Tempuh Jalur Hukum
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) langsung merespons keras tuduhan yang menyeret nama Puan Maharani.
Politikus PDIP, Guntur Romli , menegaskan bahwa narasi tersebut merupakan fitnah dan hoaks.
Menurutnya, Puan Maharani sama sekali tidak memiliki kepentingan untuk terlibat dalam isu ijazah Jokowi.
Ia juga mengungkapkan bahwa PDIP tengah mempertimbangkan langkah hukum terhadap kanal YouTube yang menyebarkan narasi tersebut.
PDIP menilai penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dapat merusak reputasi tokoh masyarakat sekaligus membungkus masyarakat.
Demokrat Ikut Siap Ambil Langkah Hukum
Tanggapan serupa juga datang dari Partai Demokrat.
Organisasi sayap Demokrat, Dewan Pimpinan Nasional Bintang Muda Indonesia (DPN BMI), menyatakan dukungannya terhadap langkah hukum yang kemungkinan akan dilakukan partai.
Ketua Harian DPN BMI, Aditiya Utama , mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan mandiri untuk mencari tahu pihak yang berada di balik saluran YouTube tersebut.
Baca Juga
Menurutnya, narasi yang menyeret nama AHY dinilai sebagai serangan terhadap simbol kepemimpinan partai.
Sementara itu, Kepala Badan Hukum dan Pengamanan Partai (BHPP) Demokrat, Muhajir , mengatakan pihaknya masih mempelajari isi video tersebut sebelum memutuskan langkah hukum selanjutnya.