fin.co.id - Pemerintah memastikan kondisi perekonomian Indonesia tetap terjaga meski dunia tengah diliputi ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional masih kuat, termasuk dalam hal ketersediaan energi.
Ia menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir karena stabilitas ekonomi tetap terjaga, begitu pula dengan stok bahan bakar minyak (BBM) yang berada dalam kondisi aman. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan sejumlah kebijakan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan normal dan produktif.
"Perlu ditekankan kepada masyarakat bahwa kondisi perekonomian nasional tetap stabil dengan fundamental yang kokoh. Stok BBM nasional dalam kondisi aman dan stabilitas fiskal tetap terjaga. Untuk itu, kebijakan berikut ini diambil agar masyarakat tetap tenang dan tetap produktif," ujar Airlangga dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Selasa.
Sebagai langkah antisipatif, pemerintah mulai menerapkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat. Kebijakan ini juga diiringi dengan pembatasan penggunaan kendaraan dinas hingga 50 persen, kecuali untuk kebutuhan operasional dan kendaraan listrik.
Tak hanya itu, perjalanan dinas juga ikut ditekan, dengan pengurangan hingga 50 persen untuk perjalanan dalam negeri dan 70 persen untuk perjalanan luar negeri. Langkah ini diambil sebagai bagian dari efisiensi mobilitas di tengah situasi global yang belum stabil.
Dari sisi anggaran, kebijakan WFH disebut berpotensi menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp6,2 triliun dari sisi kompensasi BBM. Sementara itu, potensi penghematan dari konsumsi BBM masyarakat diperkirakan bisa mencapai Rp59 triliun.
Di tengah kondisi tersebut, PT Pertamina (Persero) memastikan tidak ada perubahan harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, mengikuti arahan pemerintah. Hal ini ditegaskan oleh Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron.
“Pertamina siap menjalankan kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah krisis energi global,” ujar Baron.
Ia juga menjelaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan ketersediaan energi tetap terjaga serta memperkuat rantai pasok agar distribusi berjalan lancar hingga ke seluruh wilayah.
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga terus melakukan berbagai langkah strategis di sektor hilir energi. Upaya tersebut meliputi penguatan koordinasi dengan pemasok serta optimalisasi sistem distribusi guna menjaga pasokan tetap aman bagi masyarakat.
Baca Juga
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV. Dumatubun menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengikuti kebijakan pemerintah, termasuk dalam penetapan harga BBM. Selain itu, berbagai strategi juga dijalankan untuk memastikan distribusi energi tetap optimal.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak terpengaruh oleh informasi yang dapat memicu panic buying,” ujar Roberth.
Di samping itu, masyarakat juga diminta tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi, karena dapat memicu kepanikan. Partisipasi masyarakat dalam menjaga konsumsi energi secara wajar dinilai penting untuk mendukung kelancaran distribusi di lapangan.