Internasional . 01/04/2026, 11:01 WIB

Empat Tentara Israel Tewas Dihabisi Hizbullah di Perbatasan Lebanon, Netanyahu Sampaikan Duka

Penulis : Afdal Namakule
Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Ketegangan di perbatasan selatan Lebanon dengan wilayah Palestina yang diduduki Israel terus meningkat. Bentrokan antara militer Israel dan kelompok Hizbullah dilaporkan semakin intens dalam beberapa hari terakhir.

Pada Selasa, 31 Maret 2026, sedikitnya empat tentara Israel dilaporkan tewas dalam serangan yang dilakukan oleh Hizbullah. Insiden ini menjadi bagian dari rangkaian pertempuran yang terus berlangsung di kawasan tersebut.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya para prajurit tersebut. Ia menyebut seluruh rakyat Israel turut berduka atas kematian empat anggota Patroli Nahal yang dinilainya sebagai sosok heroik.

Dalam pernyataannya di akun X pada Rabu, 1 April 2026, Netanyahu mengatakan, "Seluruh bangsa berduka atas gugurnya empat prajurit Patroli Nahal yang heroik - Kapten Noam Madmoni, Sersan Ben Cohen, Sersan Maxim Antis, dan Sersan Gilad Harel."

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya bersama sang istri dan seluruh warga Israel turut mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban serta mendoakan para korban luka agar segera pulih.

"Saya dan istri saya, bersama seluruh warga Israel, menyampaikan belasungkawa terdalam kami kepada keluarga yang berduka dan berdoa untuk kesembuhan yang cepat bagi para korban luka," imbuhnya.

"Para pejuang pemberani kita gugur dalam membela negara setelah berjuang dengan gigih dan penuh dedikasi melawan organisasi teroris Hizbullah," katanya.

Lebih lanjut, Netanyahu menegaskan bahwa Israel akan terus melancarkan serangan terhadap musuh-musuhnya demi menjamin keamanan warga, khususnya di wilayah utara. Ia juga berharap para prajurit yang gugur akan selalu dikenang.

Sementara itu, laporan Al Jazeera menyebut Hizbullah menegaskan komitmennya untuk terus mempertahankan wilayah dan rakyatnya. Melalui operasi balasan yang dinamakan "Devoured Straw", kelompok tersebut meluncurkan sejumlah serangan ke posisi militer Israel.

Serangan tersebut dilaporkan melibatkan artileri, roket, serta drone bunuh diri yang menyasar pasukan dan kendaraan lapis baja Israel di sepanjang perbatasan serta wilayah utara.

Media berbasis Beirut, Al Mayadeen, melaporkan bahwa wilayah Ainata dan poros Aitaroun-Ainata menjadi lokasi pertempuran sengit pada Senin, 30 Maret 2026. Dalam laporan itu disebutkan pasukan Israel menghadapi penyergapan yang telah dirancang oleh pejuang Hizbullah.

Dari lapangan, Ainata disebut sebagai titik strategis dalam perlawanan. Pasukan Israel yang mencoba bergerak maju dilaporkan diserang menggunakan rudal pemandu serta perangkat peledak improvisasi (IED), yang menyebabkan kerugian di pihak mereka.

Kesaksian di lapangan juga menyebut bahwa pasukan Hizbullah berhasil menarik unit Israel ke dalam area penyergapan. Di poros Aitaroun-Ainata, tank-tank Israel disebut terkena serangan rudal dan ranjau darat secara bersamaan, dengan kontak tembak jarak dekat terjadi di medan yang sulit.

Insiden lain dilaporkan terjadi ketika satu unit infanteri Israel berlindung di sebuah bangunan di Ainata. Bangunan tersebut kemudian dihantam rudal presisi, yang menyebabkan korban jiwa dan luka di dalamnya.

Seorang koresponden di Lebanon Selatan, mengutip saksi mata, melaporkan bahwa peristiwa di Ainata menjadi hari yang sangat berat bagi pasukan Israel. Ia menyebut bahwa pasukan yang memasuki wilayah tersebut menghadapi perlawanan keras dari pihak Hizbullah.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id