Internasional . 28/03/2026, 23:36 WIB

Menlu AS Sesumbar Bisa Wujudkan Target Tempur di Iran Tanpa Pasukan Darat

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Amerika Serikat menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi terkait eskalasi konflik di Timur Tengah. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan bahwa negaranya mampu melumpuhkan kekuatan militer Iran tanpa perlu menerjunkan pasukan darat ke wilayah tersebut. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat dan pengerahan personel tambahan ke area konflik baru-baru ini.

Dalam pertemuan dengan para menteri luar negeri G7 sebelum bertolak kembali ke Amerika Serikat, Rubio membeberkan optimisme pemerintahannya. Menurutnya, operasional militer terhadap Teheran akan selesai dalam waktu yang relatif singkat, yakni hitungan minggu, bukan bulan.

Target Utama Militer AS: Hancurkan Pabrik Rudal dan Drone Iran

Amerika Serikat memiliki sasaran tembak yang sangat spesifik dalam operasi ini. Marco Rubio menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah menghancurkan seluruh kemampuan ofensif Iran. Target tersebut mencakup fasilitas produksi senjata, pabrik drone, hingga pangkalan rudal yang menjadi ancaman utama di kawasan.

Selain alutsista udara, militer AS juga menargetkan untuk melumpuhkan kekuatan angkatan laut dan angkatan udara Iran secara total. Rubio mengklaim bahwa saat ini pencapaian tujuan tersebut berjalan jauh lebih cepat dari jadwal yang telah mereka susun sebelumnya.

Alasan Pengerahan Ribuan Pasukan Tambahan ke Timur Tengah

Meskipun Rubio sesumbar tidak akan menggunakan pasukan darat dalam pertempuran, publik mempertanyakan kehadiran ribuan tentara tambahan AS di wilayah tersebut. Menanggapi hal ini, Rubio menjelaskan bahwa pengerahan pasukan tersebut bertujuan untuk memberikan opsi maksimal kepada Presiden Donald Trump.

Ia menekankan bahwa pemerintah harus selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan atau skenario terburuk dalam sebuah konflik. Pasukan tersebut hadir untuk memberikan ruang bagi Presiden dalam menyesuaikan langkah operasional jika situasi di lapangan berubah sewaktu-waktu.

Krisis Selat Hormuz dan Tuntutan Kontribusi Global

Persoalan keamanan jalur perdagangan internasional juga menjadi sorotan serius. Rubio memperkirakan Iran mungkin akan menerapkan sistem pungutan tol di Selat Hormuz sebagai respons atas konflik. Hal ini tentu mengancam arus distribusi barang dunia melalui jalur air strategis tersebut.

Oleh karena itu, Amerika Serikat mendesak negara-negara di Eropa dan Asia yang selama ini menikmati keuntungan dari perdagangan melalui Selat Hormuz untuk ikut bertanggung jawab. Rubio menegaskan bahwa negara-negara tersebut harus berkontribusi dalam upaya mengamankan jalur bebas setelah konflik berakhir nantinya.

Komitmen AS Selesaikan Konflik dalam Waktu Singkat

Menlu Rubio menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa AS ingin segera menyelesaikan operasional ini. Dengan mengandalkan keunggulan teknologi udara dan laut, mereka berharap kestabilan di kawasan segera pulih tanpa harus terlibat dalam perang darat yang berkepanjangan.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id