Ruang Cerita . 14/03/2026, 16:11 WIB
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, geliat bisnis hampers di Jakarta meningkat drastis. Dari gang-gang sempit hingga pusat perbelanjaan modern, pedagang berlomba memenuhi permintaan yang datang tanpa henti.
-----------------------------------------------
LANGIT Jakarta sore itu tampak sedikit mendung. Angin dari arah laut membawa aroma hujan yang menggantung di udara. Namun di sebuah kawasan Tebet, Jakarta Selatan, suasana justru terasa hangat dan ramai.
Di depan sebuah rumah sederhana yang berubah fungsi menjadi tempat produksi hampers Lebaran, tumpukan kotak karton berwarna pastel tersusun rapi hingga hampir menyentuh langit-langit.
Di sudut ruangan, beberapa orang tampak sibuk menata toples kue kering, sirup, cokelat, hingga sajadah kecil ke dalam keranjang anyaman.
Di tengah hiruk-pikuk itu, seorang perempuan bernama Rina Sari, terlihat mondar-mandir sambil memeriksa daftar pesanan di ponselnya.
“Tahun ini luar biasa. Pesanan datang terus sejak awal Ramadan. Bahkan sebelum sahur pun masih ada yang transfer,” kata Rina sambil tersenyum lelah.
Usaha hampers miliknya yang diberi nama “Rina Gift” sebenarnya baru berjalan 3 tahun. Awalnya hanya usaha kecil untuk menjual bingkisan kepada tetangga dan teman kantor.
“Sekarang sehari bisa kirim sampai 400 sampai 500 paket. Mayoritas dari kantor-kantor yang mau kirim ke relasi bisnis,” ujar perempuan berusia 33 tahun ini.
Tradisi memberi hampers atau bingkisan Lebaran memang bukan hal baru di Indonesia. Namun dalam beberapa tahun terakhir, fenomena ini berkembang menjadi tren yang semakin besar. Terutama di kota besar seperti Jakarta.
Jika dulu hampers biasanya hanya berisi kue kering atau sirup, kini isi bingkisan jauh lebih beragam. Mulai dari produk makanan premium, perlengkapan ibadah, hingga produk kecantikan.
Aktivitas produksi Rina di Tebet semakin sibuk menjelang sore. Beberapa kurir ojek online terlihat datang bergantian untuk mengambil paket.
Sementara di dalam rumah, 5 orang pekerja terus merangkai hampers tanpa henti. Rina mengaku hampir tidak memiliki waktu istirahat selama Ramadan.
“Biasanya habis sahur langsung mulai kerja. Kadang selesai tengah malam,” ujarnya.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id