Internasional . 12/03/2026, 13:50 WIB

Ketegangan di Selat Hormuz Picu Ancaman Harga Minyak 200 Dolar per Barel

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

Konflik Regional Semakin Meluas

Ketegangan di kawasan Timur Tengah juga semakin meningkat setelah Israel melancarkan gelombang serangan udara besar terhadap target yang disebut berkaitan dengan Hezbollah di Beirut, Lebanon.

Militer Israel menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan sejumlah struktur yang diduga memiliki kaitan dengan kelompok tersebut. Selain itu, militer Israel juga menyebut telah berhasil mencegat sejumlah rudal yang ditembakkan dari Iran.

Situasi keamanan di kawasan lain juga menunjukkan eskalasi. Arab Saudi melaporkan berhasil mencegat sekitar 18 drone yang diduga diluncurkan dalam rangkaian serangan regional.

Di Uni Emirat Arab, otoritas Dubai menyatakan bahwa sebuah drone sempat jatuh di sebuah gedung apartemen. Meskipun demikian, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Rangkaian peristiwa ini memperlihatkan bahwa konflik di kawasan Timur Tengah semakin kompleks dan melibatkan berbagai pihak.

Amerika Serikat Beri Sinyal Konflik Belum Berakhir

Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut memberikan pernyataan yang menambah ketidakpastian mengenai arah konflik di kawasan tersebut.

Ketika ditanya mengenai perkembangan perang dengan Iran, Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat “belum selesai”. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung kemungkinan masih akan berlanjut.

Bagi pasar energi global, pernyataan politik dari pemimpin negara besar sering kali menjadi faktor penting yang mempengaruhi sentimen pasar. Ketika konflik diperkirakan akan berlangsung lama, pelaku pasar biasanya akan bersiap menghadapi potensi gangguan pasokan minyak.

Akibatnya, harga energi dapat terus bergerak naik meskipun langkah-langkah stabilisasi seperti pelepasan cadangan minyak telah dilakukan.

Dampak Bagi Pasar Energi Global

Lonjakan harga minyak selalu memiliki konsekuensi luas bagi perekonomian dunia. Energi merupakan komponen utama dalam hampir semua sektor ekonomi, mulai dari transportasi, industri manufaktur, hingga distribusi barang.

Jika harga minyak benar-benar mendekati 200 dolar per barel, dampaknya dapat dirasakan di berbagai negara. Negara-negara pengimpor minyak kemungkinan akan menghadapi peningkatan biaya energi yang signifikan, sementara inflasi dapat meningkat akibat naiknya harga transportasi dan produksi.

Karena itu, pasar global saat ini terus memantau perkembangan situasi di Selat Hormuz dan kawasan Timur Tengah secara keseluruhan. Stabilitas jalur pelayaran tersebut akan menjadi faktor kunci dalam menentukan arah harga minyak dunia dalam waktu dekat.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id