Internasional . 05/03/2026, 08:13 WIB
Selain itu, tidak semua warga memenuhi syarat yang sama untuk mendapatkan kursi evakuasi prioritas. Banyak pemerintah memprioritaskan kelompok rentan seperti keluarga dengan anak kecil, lansia, atau individu dengan kondisi kesehatan tertentu. Kebijakan ini, meskipun bertujuan melindungi yang paling membutuhkan, memunculkan rasa frustrasi bagi sebagian warga yang belum mendapatkan jadwal kepulangan.
Krisis ini juga menunjukkan betapa rapuhnya sistem mobilitas global ketika konflik bersenjata meletus di kawasan strategis. Timur Tengah bukan hanya wilayah geopolitik yang sensitif, tetapi juga jalur transit vital bagi perjalanan antara Eropa, Asia, dan Afrika.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan ruang udara di seluruh kawasan akan kembali beroperasi normal. Maskapai internasional terus memperbarui jadwal mereka secara berkala, sementara pemerintah dunia memantau perkembangan situasi keamanan.
Bagi ribuan turis dan ekspatriat yang terjebak, hari-hari di hotel atau ruang tunggu bandara menjadi masa penantian yang melelahkan. Krisis ini tidak hanya mencerminkan dampak langsung konflik terhadap stabilitas kawasan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana dunia yang saling terhubung dapat terguncang dalam waktu singkat.
Selama konflik belum mereda, operasi evakuasi diperkirakan akan terus berlangsung. Pemerintah dunia kini berpacu dengan waktu, berusaha memastikan bahwa warganya dapat kembali dengan selamat dari kawasan yang mendadak berubah menjadi zona ketidakpastian.
Referensi:
No easy way out for tens of thousands looking to leave Gulf amid Iran conflict – Reuters
Canada working to repatriate more than 2,000 citizens from Middle East – Reuters
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id