Ekonomi . 02/03/2026, 13:11 WIB

Perang Timur Tengah Memanas: Airlangga Beri Sinyal Harga BBM Dalam Negeri Berpotensi Naik

Penulis : Lina
Editor : Lina

fin.co.id - Bayang-bayang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali menghantui masyarakat Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan sinyal kuat bahwa harga energi di tanah air berpotensi terkerek naik menyusul eskalasi militer antara Israel-Amerika Serikat melawan Iran yang kian mencekam.

Ketegangan di Timur Tengah tersebut memicu lonjakan harga minyak dunia hingga 10 persen. Situasi kian gawat setelah Iran memutuskan untuk menutup Selat Hormuz, jalur nadi utama distribusi minyak global. Penutupan jalur strategis ini langsung mengerek harga minyak mentah dunia hingga menyentuh level 80 per barel.

Airlangga menjelaskan bahwa gejolak yang terjadi di Iran dan sekitarnya berdampak langsung pada terganggunya rantai pasok energi global. Ia menyamakan kondisi saat ini dengan guncangan ekonomi yang terjadi ketika perang Ukraina pecah beberapa waktu lalu.

"Otomatis akan naik, sama seperti saat perang Ukraina kan naik," ujar Airlangga saat memberikan keterangan di kantornya, Jakarta Pusat, Senin, 2 Maret 2026.

Produksi Global dan Pengawasan Pemerintah

Meski kondisi pasar sedang tertekan, Airlangga menyebut adanya upaya penyeimbang dari sisi produksi. Amerika Serikat dan Organisasi Negara-Negara Perekspor Minyak Bumi (OPEC) dilaporkan mulai meningkatkan kapasitas produksi mereka untuk menstabilkan pasar.

Berdasarkan data Reuters, OPEC+ berencana membahas peningkatan produksi hingga 411.000 barel per hari. Angka ini jauh lebih besar dari perkiraan awal yang hanya sebesar 137.000 barel per hari. Peningkatan pasokan dari luar Timur Tengah ini diharapkan mampu meredam gejolak harga yang terlalu liar.

"Tetapi kali ini suplai dari Amerika juga akan meningkat dan OPEC juga meningkatkan kapasitasnya," tambah Airlangga.

Namun, pemerintah Indonesia tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan pahit. Airlangga menegaskan bahwa otoritas terkait akan terus memantau durasi konflik tersebut sebelum menetapkan langkah penyesuaian harga di dalam negeri. "Nanti kita monitor dulu," jelasnya singkat.

Kekhawatiran dunia saat ini terpusat pada Selat Hormuz. Sejumlah pemilik kapal tanker, perusahaan minyak raksasa, hingga perusahaan perdagangan internasional telah menangguhkan pengiriman minyak mentah dan gas alam cair (LNG) demi menghindari risiko serangan di wilayah tersebut.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id