Internasional . 23/02/2026, 11:12 WIB

OpenAI: Negara yang Tak Adopsi AI Bisa Kehilangan Daya Saing Ekonomi

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

Paula Ingabire, Menteri ICT Rwanda, menambahkan bahwa mereka ingin bermitra dengan perusahaan AI, tetapi tetap menjaga agar tidak tergantung sepenuhnya pada pihak luar.

Di kesempatan yang sama, Rishi Sunak, mantan Perdana Menteri Inggris yang kini bekerja dengan Anthropic dan Microsoft, mendorong pemimpin politik untuk mengambil langkah lebih berani dalam mempercepat adopsi AI.

Ia menekankan bahwa AI adalah isu “action this day”, yang memerlukan tanggung jawab pusat agar manfaatnya bisa dirasakan luas.

Kesimpulan: AI sebagai Faktor Penentu Daya Saing

Peringatan Osborne menegaskan relevansi AI bukan hanya sebagai inovasi teknologi, tetapi sebagai faktor penentu daya saing dan stabilitas ekonomi global.

Negara yang lambat dalam mengadopsi AI berisiko kehilangan peluang pertumbuhan, inovasi, dan kemampuan mempertahankan tenaga kerja, sementara negara yang bergerak cepat dapat memanfaatkan AI untuk kemakmuran jangka panjang.

Referensi:

Countries that do not embrace AI could be left behind, says OpenAI’s George Osborne , The Guardian

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id