Nasional . 12/02/2026, 15:25 WIB

Sungai Cisadane Beracun 22 Km, DLH Banten Targetkan Pembersihan Rampung Dua Minggu

Penulis : Lina
Editor : Lina

fin.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Banten bergerak cepat menangani tragedi pencemaran bahan kimia di Sungai Cisadane. Otoritas lingkungan menetapkan target pembersihan sisa-sisa limbah pestisida yang mengalir ke sungai tersebut dapat tuntas dalam kurun waktu satu hingga dua minggu ke depan.

Kepala DLH Provinsi Banten, Wawan Gunawan, mengungkapkan bahwa koordinasi lintas sektor kini tengah berjalan intensif, melibatkan pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Pencemaran hebat ini berawal dari kebakaran hebat yang menghanguskan sebuah pabrik pestisida di kawasan Setu, Serpong, Tangerang Selatan, pada Senin (9/2) lalu.

Racun Meluas Hingga 22,5 Kilometer

Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup, dampak tumpahan bahan kimia ini ternyata jauh lebih luas dari perkiraan awal. Racun pestisida telah mencemari aliran sungai sepanjang 22,5 kilometer, yang mencakup tiga wilayah administrasi sekaligus: Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang.

"Efek pestisida ini sangat berbahaya karena mengandung racun aktif. Pembersihan segera menjadi prioritas utama kami untuk mencegah kerusakan ekosistem yang lebih masif," ujar Wawan Gunawan saat memberikan keterangan di Kota Serang, Kamis 12 Februari 2026.

Kematian Massal Biota Sungai

Tragedi lingkungan ini telah memicu kematian massal berbagai jenis ikan di sepanjang aliran Cisadane. Petugas di lapangan menemukan ribuan bangkai ikan mas, baung, patin, nila, hingga ikan sapu-sapu yang mengambang di permukaan air. Kondisi ini menunjukkan tingkat toksisitas air yang sudah berada di atas ambang batas aman.

KLH bersama Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) kini telah mengambil sampel air dari hulu hingga hilir, termasuk mengumpulkan sepuluh jenis ikan mati untuk uji laboratorium. Tim ahli toksikologi juga dilibatkan untuk memeriksa potensi pencemaran pada air tanah dan Sungai Jaletreng yang saling terhubung.

Mengandalkan Arus Hujan dan Pola Pembuangan

Wawan menambahkan bahwa teknis pembersihan akan mengikuti pola yang ditetapkan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSC). Salah satu skemanya adalah mengidentifikasi dan membuang sampah yang terindikasi telah menyerap residu pestisida.

"Kami berharap curah hujan dalam beberapa hari ke depan cukup tinggi. Aliran air yang deras diharapkan mampu membantu membawa arus dan mengencerkan konsentrasi bahan kimia di sungai," tambah Wawan.

Sementara itu, Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, kembali memperingatkan warga di sepanjang bantaran sungai agar menjauhi air Cisadane. Selain risiko iritasi kulit dan mata, uap dari air yang tercemar bahan kimia ini juga berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan jika terhirup. Masyarakat diminta bersabar hingga hasil uji laboratorium resmi keluar dan proses pembersihan dinyatakan selesai.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id