Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

fin.co.id - 06/02/2026, 17:21 WIB

Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Tetapi untuk sektor energi dan sumber daya alam, penguatan kepemilikan negara adalah bentuk perlindungan jangka panjang.

Kedua, kemampuan negosiasi dan manajemen risiko. Mengembalikan saham asing bukan berarti menutup diri dari kerja sama internasional.

Yang dikembalikan adalah kontrol mayoritas dan kendali strategis. Investor asing tetap bisa menjadi mitra, tetapi bukan penentu arah kebijakan.

Ketiga, tata kelola yang bersih.

Ini kunci utama. Jika Danantara ingin dipercaya rakyat sebagai simbol nasionalisme ekonomi, maka pengelolaannya harus transparan dan akuntabel. Jangan sampai niat baik memperkuat BUMN justru berubah menjadi ladang kepentingan segelintir elit.

Bagi masyarakat golongan menengah ke bawah, mungkin istilah saham dan akuisisi terdengar jauh. Tetapi dampaknya sangat nyata. Jika negara memegang kendali penuh atas perusahaan energi, maka kebijakan harga, distribusi, dan investasi bisa lebih berpihak kepada kepentingan rakyat.

Negara tidak akan mudah ditekan oleh kepentingan luar dalam menentukan arah kebijakan energi.

Nasionalisme BUMN bukan berarti anti asing. Nasionalisme yang sehat adalah memastikan bahwa keputusan penting terkait sumber daya alam tetap berada di tangan bangsa sendiri.

Kita tetap membuka kerja sama, tetapi posisi tawar kita harus lebih kuat.

Danantara harus menjadi simbol kebangkitan pengelolaan aset negara secara modern namun berjiwa kebangsaan.

Jangan hanya menjadi lembaga pengelola dana yang berorientasi keuntungan semata. Keuntungan memang penting, tetapi kedaulatan jauh lebih penting.

Jika Danantara mampu secara bertahap meningkatkan kepemilikan nasional di BUMN energi yang strategis dan juga bumn lainnya , maka kita tidak hanya berbicara soal angka saham. Kita sedang berbicara tentang masa depan energi Indonesia, tentang keberanian negara berdiri di atas kaki sendiri.

Inilah ujian sebenarnya bagi Danantara: apakah ia hanya menjadi manajer investasi biasa, atau benar-benar menjadi alat negara untuk mengembalikan kedaulatan ekonomi nasional.

Rakyat menunggu bukti kerja nyata yang tidak hanya soal keuntungan semata tetapi yang juga mampu membanggakan nasionalisme nya (*)

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Pemimpin Redaksi FIN.CO.ID