Kesehatan . 27/01/2026, 13:20 WIB
fin.co.id - Bulan suci Ramadan menjadi momentum istimewa bagi umat Muslim dunia untuk memperdalam spiritualitas melalui ibadah puasa. Meski merupakan ibadah yang penuh berkah, transisi pola makan dan tidur kerap menjadi tantangan bagi kondisi fisik. Tanpa strategi yang tepat, tubuh rentan mengalami kelelahan yang dapat mengganggu produktivitas sehari-hari.
Jangan Pernah Melewatkan Sahur
Sahur merupakan kunci utama penjaga energi selama belasan jam berpuasa. Pakar nutrisi Nazima Qureshi menekankan bahwa pilihan menu saat sahur sangat memengaruhi stamina sepanjang hari. Banyak orang cenderung memilih karbohidrat sederhana karena praktis, namun jenis makanan ini justru cepat habis dan tidak memberikan energi jangka panjang.
Sebagai gantinya, konsumsilah gandum utuh yang kaya serat, lemak sehat, serta protein. Kombinasi ini membantu pelepasan energi secara perlahan. Menambahkan buah-buahan dan sayuran juga sangat membantu tubuh mendapatkan asupan nutrisi esensial sejak dini hari.
Strategi Hidrasi dan Pengaturan Porsi
Dehidrasi sering kali menjadi penyebab utama menurunnya konsentrasi dan munculnya rasa lelah berlebih. Mengingat asupan air tidak memungkinkan di siang hari, manfaatkanlah waktu antara berbuka hingga sahur secara maksimal. Bawalah botol air minum di dekat Anda sepanjang malam untuk memastikan kebutuhan cairan terpenuhi.
Selain air putih, pilihlah makanan dengan kadar air tinggi seperti semangka, melon, timun, dan tomat saat berbuka. Hindari godaan untuk makan berlebihan saat iftar. Qureshi menyarankan untuk membatalkan puasa dengan kurma dan air, lalu berikan jeda dengan melaksanakan salat sebelum masuk ke menu utama. Tujuannya agar otak sempat memproses sinyal kenyang sehingga Anda terhindar dari rasa malas akibat kekenyangan.
Manajemen Kesehatan bagi Pengidap Kondisi Kronis
Memiliki kondisi kesehatan tertentu bukan berarti tertutup kemungkinan untuk berpuasa. Pakar farmasi klinis Wasem Alsabbagh menjelaskan bahwa sebagian besar pengobatan tetap bisa berlanjut dengan penyesuaian jadwal konsumsi obat. Namun, bagi pengidap diabetes atau hipertensi, pemantauan gula darah dan tekanan darah secara mandiri harus dilakukan lebih ketat.
Sangat penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum Ramadan dimulai. Jika puasa justru memperburuk kondisi kesehatan, seperti pada kasus penyakit kritis atau kanker tertentu, Islam memberikan keringanan melalui fidyah atau mengganti puasa di hari lain.
Kembali ke Pola Normal Pasca-Ramadan
Setelah satu bulan penuh berpuasa, tubuh memerlukan adaptasi kembali untuk pola makan rutin. Jika Anda merasa sulit kembali ke kebiasaan lama, cobalah menerapkan puasa intermiten (intermittent fasting) sebagai transisi. Tetapkan jam makan yang konsisten dan pastikan hidrasi harian tetap menjadi prioritas utama meski Ramadan telah usai.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id