Guncang Panggung Davos! Prabowo Beberkan Strategi 'Prabowonomics' demi Pertumbuhan Ekonomi Jangka Panjang

fin.co.id - 23/01/2026, 02:35 WIB

Guncang Panggung Davos! Prabowo Beberkan Strategi 'Prabowonomics' demi Pertumbuhan Ekonomi Jangka Panjang

Presiden Prabowo pidato di WEF Davos - ANTARA -

Salah satu poin yang berhasil mencuri perhatian penuh para delegasi WEF 2026 adalah rencana ambisius pemerintah dalam membangun institusi pendidikan berkualitas tinggi.

Prabowo telah berhasil membangun 166 sekolah berasrama yang representatif.

Targetnya sangat besar: mencapai total 500 Sekolah Rakyat yang unggul.

Selain itu, pemerintah juga tengah mempersiapkan 500 sekolah unggulan yang didesain khusus untuk menampung dan membina anak-anak cerdas dan berbakat dari seluruh Indonesia.

Menariknya, 20 sekolah unggulan pertamanya sudah mulai beroperasi dan membuktikan keseriusan program ini.

Di jenjang pendidikan tinggi, strategi Prabowo menunjukkan ambisi yang semakin agresif.

Indonesia berencana membangun 10 kampus baru yang benar-benar berstandar dunia.

Proyek prestisius ini menggandeng kerja sama erat dengan universitas-universitas papan atas dari Inggris, Eropa, dan Amerika Serikat.

Tujuan utama dari kolaborasi internasional ini adalah untuk menciptakan pusat keunggulan akademik di dalam negeri.

Dengan demikian, talenta-talenta terbaik Indonesia dapat menempuh pendidikan kelas dunia tanpa harus jauh meninggalkan tanah air.

"Tidak ada negara yang stabil dan makmur, manakala rakyatnya buta huruf, serta tidak dapat beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi," tambah Presiden Prabowo, kembali menekankan urgensi revolusi pendidikan di Indonesia.

"Prabowonomics": Sinyal Menggiurkan untuk Investor Global

Pemaparan strategi ekonomi yang berfokus pada pemberdayaan manusia ini memberikan perspektif baru yang sangat menjanjikan bagi para investor global.

Dengan menjamin kesehatan dan kualitas pendidikan rakyatnya, Prabowo secara efektif sedang membangun fondasi pasar domestik yang lebih kuat dan tenaga kerja yang jauh lebih terampil.

Strategi ini dinilai sebagai pondasi yang jauh lebih kokoh dibandingkan sekadar mengandalkan ekspor komoditas mentah yang fluktuatif.

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Pemimpin Redaksi FIN.CO.ID