Beliau secara tegas menyatakan tekad kuatnya untuk memutus mata rantai kemiskinan.
Tujuannya mulia: agar anak-anak yang terlahir dari keluarga kurang beruntung dapat meraih masa depan yang gemilang dan memiliki daya saing global.
"Mengapa ini penting untuk para investor global yang saat ini berkumpul di sini, di World Economic Forum? Alasannya, saya yakin sumber daya manusia itu menentukan pertumbuhan jangka panjang.
Pengembangan SDM merupakan kunci dari bangsa yang bertumbuh dan berhasil," tegas Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di Davos, Kamis sore waktu setempat.
Pernyataan ini jelas menunjukkan bahwa investasi pada kualitas SDM bukan hanya urusan sosial, tetapi juga strategi ekonomi yang matang untuk menarik minat investor.
Program Unggulan: Dari Perut Kenyang Hingga Papan Tulis Canggih
Untuk mewujudkan visi besar tersebut, pemerintah kini menggenjot implementasi berbagai program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat.
Prabowo memaparkan kesuksesan inisiatif unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Kedua program ini menjadi pondasi dasar yang kokoh untuk meningkatkan derajat kesehatan seluruh rakyat Indonesia.
Tidak berhenti di situ, infrastruktur pendidikan pun mendapatkan sentuhan perombakan total.
Program Sekolah Rakyat (SR) dan renovasi besar-besaran terhadap bangunan sekolah yang sudah tidak layak pakai menjadi bukti nyata komitmen pemerintah.
Baca Juga
Modernisasi fasilitas sekolah juga menjadi salah satu poin penting dalam presentasi "Prabowonomics" di forum bergengsi tersebut.
Pemerintah mulai mendistribusikan papan tulis pintar digital atau *interactive flat panel* ke berbagai sekolah di seluruh penjuru tanah air.
Langkah proaktif ini diambil agar generasi muda Indonesia tidak gagap teknologi dan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap standar global yang terus berkembang pesat dan semakin kompetitif.