Viral . 15/01/2026, 10:51 WIB
Intisari Berita :
fin.co.id - Nasib malang menimpa Syafiq Ali (18), pendaki asal Magelang, Jawa Tengah, yang hilang selama 17 hari di Gunung Slamet. Remaja tersebut akhirnya ditemukan meninggal dunia pada Rabu, 14 Januari 2026. Peristiwa ini menjadi pengingat keras tentang risiko pendakian di gunung tinggi dan medan berat.
Hilangnya Syafiq Ali
Syafiq pertama kali dilaporkan hilang pada Minggu, 28 Desember 2025. Ia seharusnya telah turun dari pendakian Gunung Slamet pada hari itu, namun keberadaannya tidak diketahui hingga keluarga melaporkan kehilangan. Laporan ini segera ditindaklanjuti oleh tim SAR gabungan, meliputi BASARNAS Pemalang, BPBD, dan relawan lokal.
Pencarian berlangsung lebih dari satu pekan, tetapi belum membuahkan hasil. Hingga akhirnya, Rabu, 7 Januari 2026, operasi SAR resmi dihentikan dan dialihkan ke tahap pemantauan, dengan persetujuan keluarga. Meski begitu, sejumlah relawan tetap melanjutkan pencarian secara mandiri di kawasan Gunung Slamet.
Awal Pendakian hingga Berpisah
Kronologi hilangnya Syafiq bermula pada Sabtu, 27 Desember 2025. Ia tiba di base camp Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, sekitar pukul 23.00 WIB bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran. Keduanya merupakan pendaki tektok, yakni naik-turun dalam satu hari, dan tercatat berasal dari Magelang. Syafiq sendiri merupakan siswa kelas XII SMAN 5 Magelang.
Rencana awal keduanya adalah turun kembali ke base camp pada Minggu sore, 28 Desember 2025. Namun hingga pukul 21.00 WIB, keduanya belum kembali. Petugas base camp pun langsung melakukan pengecekan awal.
Titik terang muncul pada Senin, 29 Desember 2025, pukul 09.00 WIB, ketika Himawan ditemukan pendaki lain di sekitar Pos 9 jalur Dipajaya dalam kondisi lemas akibat cedera kram pada kaki. Ia langsung dievakuasi petugas, namun Syafiq tidak berada di lokasi.
Menurut keterangan Himawan, keduanya sempat berpisah saat turun gunung. Saat kakinya cedera, Syafiq memutuskan turun lebih dulu untuk mencari bantuan. Sebelum benar-benar hilang, dua saksi sempat melihat Syafiq di Pos 3. Kedua saksi bahkan sempat mengikuti, namun Syafiq tiba-tiba menghilang dari pandangan. Diduga remaja itu tersesat di jalur yang salah.
Keluarga Terkejut dengan Tujuan Pendakian
Dalam keterangannya, kakak Syafiq, Naufal Hisyam (24), mengungkapkan bahwa adiknya semula berpamitan untuk mendaki Gunung Sumbing, bukan Gunung Slamet.
“Awalnya bilangnya mau ke Gunung Sumbing. Tiba-tiba mengirim foto dari basecamp Slamet,” kata Naufal, dikutip Rabu, 14 Januari 2026.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id