Ragam . 02/01/2026, 14:11 WIB
fin.co.id - Kabar gembira datang untuk warga terdampak bencana di Aceh Tamiang pada awal tahun 2026 ini. Saat mayoritas orang menikmati libur Tahun Baru, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo justru terjun langsung ke lapangan. Ia meninjau progres pembangunan hunian sementara (huntara) di Gampong Bundar, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis, 1 Januari 2025.
Langkah taktis ini menjadi bukti nyata bahwa negara tidak main-main dalam urusan kemanusiaan. Proyek ini bertujuan memindahkan warga dari tenda-tenda pengungsian yang sempit ke tempat tinggal yang jauh lebih manusiawi, aman, dan bermartabat. Kehadiran huntara ini sekaligus menjadi solusi konkret bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam yang melanda wilayah tersebut.
Dalam kunjungan kerjanya, Menteri Dody menegaskan bahwa jajarannya memberikan dukungan penuh kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan warga terdampak tidak lagi tinggal di bawah tenda darurat dalam waktu lama. Pembangunan hunian yang layak menjadi prioritas utama untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan warga.
"Kami berkomitmen untuk mensuport penuh BNPB. Huntara ini kami bangun agar masyarakat terdampak dapat segera tinggal di tempat yang lebih layak, aman, dan bermartabat," ujar Menteri Dody dengan nada optimis saat meninjau lokasi.
Pemerintah tidak hanya membangun dinding dan atap saja. Menteri Dody memastikan bahwa setiap unit huntara akan memiliki fasilitas pendukung yang lengkap. Ketersediaan sarana air bersih dan sistem sanitasi yang mumpuni menjadi standar wajib dalam proyek ini agar kehidupan sehari-hari pengungsi berjalan normal kembali.
Pembangunan huntara di Gampong Bundar ini melibatkan sinergi kuat antara Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU dengan BUMN Karya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Hebatnya, pembangunan menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan meski baru berjalan dalam hitungan hari. Dari tahap pondasi hingga pemasangan atap modular, tim di lapangan bekerja ekstra cepat.
Deputi Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, yang ikut mendampingi kunjungan tersebut, mengaku takjub dengan kualitas bangunan tersebut. Ia menyebut bahan bangunan yang digunakan merupakan kategori premium untuk kelas hunian sementara.
“Saya lihat bahannya premium dan sangat layak bagi masyarakat. Pekerjaannya juga sangat cepat, baru tiga atau hari sudah berdiri seperti ini,” puji Budi Irawan. Ia berharap kemegahan fasilitas ini mampu menarik minat warga untuk segera meninggalkan tenda pengungsian demi kualitas hidup yang lebih baik.
Huntara Aceh Tamiang memiliki desain yang sangat fungsional. Secara keseluruhan, kawasan ini sanggup menampung sekitar 80 kepala keluarga (KK). Konstruksinya terbagi menjadi beberapa blok utama untuk memastikan penataan yang rapi dan efisien.
Berikut adalah rincian kapasitas huntara Gampong Bundar:
Keunggulan utama proyek ini terletak pada fasilitas penunjangnya. Pemerintah menyediakan toilet komunal yang higienis, instalasi listrik yang aman, pencahayaan yang memadai, serta jaringan plumbing untuk suplai air bersih. Struktur bangunan menggunakan rangka baja ringan yang kuat namun fleksibel, sehingga sangat aman dari risiko gempa susulan atau gangguan cuaca.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id