Kesehatan . 29/11/2025, 22:53 WIB
fin.co.id – Dunia pengobatan jantung kembali bergetar! Kabar gembira datang dari ranah kardiovaskular dengan diluncurkannya produk inovatif bernama CREZET. Ini bukan sekadar peluncuran biasa, melainkan ‘Grand Launching of CREZET – Updates in Cardiovascular Medicines: Exploring the Fixed Dose Combination of Rosuvastatin and Ezetimibe’ yang sontak menjadi sorotan. Kombinasi Dosis Tetap (FDC) dua agen penurun kolesterol paling andal ini digadang-gadang akan menjadi senjata pamungkas terbaru dalam memerangi epidemi kolesterol tinggi di Indonesia.
Para ahli menyebut formula cerdas ini sebagai revolusi karena mampu menyerang akar masalah kolesterol dari dua sudut berbeda. Jika Anda selama ini mati-matian diet namun kolesterol tak kunjung turun, inilah jawaban yang Anda tunggu-tunggu!
Banyak orang terobsesi dengan makanan sebagai satu-satunya penyebab kolesterol tinggi. Dr. Ade Meidian Ambari, SpJP(K), Ph.D., FIHA, President of the Indonesian Heart Association (PERKI), membeberkan fakta mengejutkan yang wajib Anda ketahui. "Makanan itu cuma bertanggung jawab 20%. Jadi artinya apa? Kadang-kadang kita dimati-matian (diet ketat) tapi nggak tercapai kolesterolnya. Itu karena itu," tegas dr. Ade.
Fakta otoritatifnya: produksi kolesterol sebagian besar terjadi di hati (liver). Inilah titik krusial yang selama ini terlewatkan. Tanpa mengatasi produksi kolesterol internal tubuh, perjuangan diet saja akan terasa sia-sia dan hasilnya tidak maksimal.
Inilah mengapa CREZET menjadi sangat vital. Produk Fixed Dose Combination ini menggabungkan kekuatan Rosuvastatin dan Ezetimibe, yang bekerja dengan mekanisme saling melengkapi untuk hasil yang lebih superior.
Dr. Ade Meidian Ambari menjelaskan secara rinci bagaimana mekanisme kombinasi cerdas ini bekerja. Ini bukan sekadar menggabungkan dua obat, tetapi menciptakan sinergi yang menargetkan dua jalur utama kolesterol:
Dengan memblokir produksi di hati dan menghambat penyerapan di usus secara simultan, kombinasi Rosuvastatin dan Ezetimibe dalam CREZET memberikan pukulan telak ganda pada kadar kolesterol jahat (LDL). Kombinasi ini menjanjikan pencapaian target kadar kolesterol yang lebih rendah dan lebih stabil bagi pasien dislipidemia.
Pertanyaan klasik sering muncul: seberapa rendah kolesterol harus dicapai? Dan apakah kolesterol itu benar-benar harus dihilangkan? "Kolesterol itu penting buat tubuh kita. Buat bikin apa? Satu, bikin hormon," jelas dr. Ade. Kolesterol memang esensial, namun masalah muncul ketika kadar LDL, si 'kolesterol jahat', melambung tinggi. Kadar kolesterol LDL yang berlebihan inilah yang harus diwaspadai dan ditangani secara agresif.
Risiko mengerikan terjadi ketika LDL tidak terkontrol. "Dia (LDL) mengendap di dinding dalam pembuluh darah. Apa yang terjadi? Namanya Arteriosklerosis," ungkapnya. Proses Arteriosklerosis ini adalah cikal bakal penyakit jantung koroner. Endapan kolesterol ini makin lama akan menyempitkan pembuluh darah, sebuah kondisi yang disebut Stenosis. Penyempitan ini yang kemudian memicu gejala nyeri dada khas serangan atau sakit jantung.
Gejala penyempitan koroner yang harus Anda ketahui adalah nyeri dada yang khas: "Dengan aktivitas dia makin nyeri. Biasanya di tengah, menjalar ke kiri, tercekik, tembus ke punggung," papar dr. Ade, memberikan panduan penting membedakan nyeri jantung dengan nyeri lainnya.
Data menunjukkan bahwa bayi pun bisa tumbuh kembang dengan baik, bahkan menjadi seorang dokter, meski kadar LDL-nya hanya sekitar $30 \text{ mg/dL}$. Target yang sangat rendah ini, bahkan hingga $30 \text{ mg/dL}$, kini menjadi fokus penanganan modern, dan kombinasi dosis tetap seperti CREZET adalah kunci untuk mencapainya.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id