Ragam . 13/11/2025, 11:58 WIB
fin.co.id — Komitmen dunia usaha terhadap keberlanjutan kembali mendapat sorotan. Bumi Global Karbon (BGK) Foundation menggelar Indonesia ESG Leadership Awards 2025, ajang tahunan bergengsi yang mengapresiasi 64 perusahaan atas kepemimpinan dan transparansi mereka dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Acara ini berlangsung di Soehanna Hall, The Energy Building, SCBD, Jakarta, dan dihadiri oleh regulator, pelaku usaha, hingga lembaga keuangan. Tahun ini, tema yang diusung adalah “Aligning Indonesia ESG Leadership with Global Opportunities”, menegaskan pentingnya sinergi antara standar keberlanjutan nasional dan peluang ekonomi global.
Momentum ini juga bertepatan dengan kerja sama ekonomi strategis Indonesia lewat Indonesia–European Union CEPA dan Indonesia–Canada CEPA, yang dinilai akan mempercepat harmonisasi standar ESG internasional sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional.
BGK Foundation melakukan penilaian secara independen berdasarkan Sustainability Report tahun 2024 milik perusahaan-perusahaan peserta. Riset tersebut menggunakan 33 faktor ESG BGK yang mencakup 11 indikator lingkungan, 11 indikator sosial, dan 11 indikator tata kelola. Penilaian juga mempertimbangkan kesesuaian dengan standar Global Reporting Initiative (GRI), ketepatan waktu pelaporan, serta proses assurance independen.
Founder BGK Foundation, Achmad Deni Daruri, menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi pemicu semangat bagi korporasi untuk semakin transparan dan akuntabel dalam pelaporan keberlanjutan. “Kami ingin perusahaan Indonesia berani membuka praktik ESG mereka secara terbuka, terukur, dan sesuai standar global,” ujarnya.
Deni menambahkan, metode penilaian BGK Foundation dirancang agar hasil riset benar-benar mencerminkan keterbukaan dan tanggung jawab perusahaan terhadap risiko serta peluang keberlanjutan. Hasilnya dituangkan dalam dua metrik utama, yakni ESG Disclosure Score dan ESG Leadership Index.
Sementara itu, Muliaman D. Hadad, Vice Chairman of Supervisory Board Danantara, menyoroti pentingnya transparansi ESG sebagai daya tarik bagi investasi global. “Pelaporan keberlanjutan kini menjadi faktor utama bagi lembaga keuangan internasional dalam menentukan pendanaan,” katanya.
Hal senada disampaikan oleh Henry Rialdi, Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal OJK. Ia menegaskan bahwa pelaporan ESG kini menjadi kewajiban bagi emiten dan lembaga jasa keuangan. “Langkah perusahaan yang mengedepankan keterbukaan ESG sejalan dengan arah kebijakan nasional menuju keuangan berkelanjutan,” ujarnya.
Dari hasil penilaian, sejumlah nama besar berhasil meraih peringkat tertinggi kategori Leadership AAA – Advancing ESG Transparency Leadership, di antaranya PT Pertamina (Persero), PT Bukit Asam Tbk, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Indo Tambangraya Megah Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Melalui penghargaan ini, BGK Foundation berharap semakin banyak perusahaan menjadikan ESG bukan sekadar tren, melainkan fondasi utama dalam tata kelola bisnis. Upaya ini juga diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam peta ekonomi hijau global.
BGK Foundation sendiri dikenal aktif mendorong riset dan advokasi kebijakan keberlanjutan di Indonesia. Sejak berdiri pada 2019, lembaga ini telah menjadi bagian dari berbagai inisiatif global seperti GRI, CDP, TCFD, dan IFRS Sustainability Disclosure Standards, dengan fokus pada peningkatan transparansi dan tata kelola berkelanjutan di sektor publik maupun korporasi
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id