Ekonomi . 26/10/2025, 11:33 WIB
fin.co.id – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Minggu (26/10/2025) masih bergerak stabil di kisaran Rp2,35 juta per gram. Angka ini tercatat berdasarkan data Logam Mulia yang terakhir diperbarui pada Sabtu (25/10/2025). Meski tidak mencetak rekor baru, harga emas Antam masih tergolong tinggi setelah sempat berfluktuasi tajam sepanjang pekan ini.
Dalam sepekan terakhir, harga emas Antam sempat mengalami pergerakan ekstrem. Pada Selasa (21/10/2025), harga emas mencapai titik tertinggi sepanjang masa atau all time high di level Rp2,487 juta per gram. Namun sehari kemudian, harga langsung terkoreksi tajam sebesar Rp177 ribu menjadi Rp2,31 juta per gram.
Setelah penurunan signifikan tersebut, harga emas Antam mulai menunjukkan pemulihan. Pada Jumat (24/10/2025), harga naik lagi sebesar Rp33 ribu. Sayangnya, tren positif itu tak bertahan lama karena keesokan harinya, Sabtu (25/10/2025), harga kembali melemah Rp4 ribu dan bertahan di level Rp2,35 juta per gram hingga hari ini.
Selain harga jual, harga buyback atau harga pembelian kembali emas Antam juga ikut terkoreksi. Hari ini, harga buyback turun Rp4 ribu ke posisi Rp2,15 juta per gram. Kondisi ini menunjukkan adanya sikap hati-hati dari investor emas, terutama setelah volatilitas harga yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Banyak pelaku pasar kini memilih bersikap wait and see sambil menunggu arah baru dari pergerakan harga global. Pasalnya, faktor eksternal seperti data inflasi Amerika Serikat, kebijakan suku bunga The Fed, serta ketegangan geopolitik global masih menjadi variabel utama yang memengaruhi harga emas dunia dan berdampak pada harga emas di dalam negeri.
Berdasarkan data resmi Logam Mulia, berikut daftar lengkap harga emas Antam per Minggu (26/10/2025):
Harga di atas sudah termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) 11%, tetapi belum memperhitungkan potongan tambahan jika terjadi perubahan harga dalam waktu dekat.
Fluktuasi harga emas Antam pekan ini tak lepas dari gejolak harga emas dunia yang dipicu oleh faktor makroekonomi global. Ketika nilai dolar AS menguat dan imbal hasil obligasi Amerika naik, harga emas cenderung melemah karena investor beralih ke aset berisiko rendah lainnya.
Namun di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi global memberi dorongan bagi harga emas sebagai aset lindung nilai (safe haven). Kondisi ini membuat harga emas bergerak tidak stabil, termasuk di pasar domestik.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id