Ekonomi . 09/09/2025, 11:27 WIB
Budidaya nila salin juga menawarkan keuntungan dari sisi lingkungan. Ikan nila dikenal memiliki Feed Conversion Ratio (FCR) rendah, sehingga kebutuhan pakan lebih sedikit dan tidak memberi tekanan besar pada ekosistem. Selain itu, pemanfaatan lahan payau yang sebelumnya terbengkalai dapat mengurangi kerusakan lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas kawasan pesisir.
“Budidaya ini mampu mengurangi dampak terhadap lingkungan karena ikan nila salin memanfaatkan daerah berair payau dan memiliki FCR yang lebih rendah,” lanjut Ermy.
Waskita Karya yang berpengalaman lebih dari 64 tahun di bidang konstruksi mengusung pendekatan inovatif dalam proyek ini. Salah satu teknologi yang digunakan adalah geomembran sebagai dasar kolam budidaya. Material ini menciptakan lingkungan kedap air yang stabil sekaligus menjaga kualitas air tetap terjaga.
Penggunaan geomembran juga memiliki banyak manfaat, seperti mencegah kebocoran, mengurangi risiko luka pada ikan, memudahkan proses pembersihan, mengontrol suhu air, serta membuat ikan lebih segar dan tidak berbau tanah. Teknologi ini diharapkan menjadi standar baru dalam pengelolaan tambak modern.
Proyek di Karawang menjadi bukti komitmen Waskita Karya dalam mendukung program pemerintah di sektor perikanan. Ermy menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur besar seperti jalan tol, bendungan, atau jembatan, tetapi juga berkontribusi pada proyek-proyek strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Ke depannya, Perseroan akan terus berkomitmen mendukung program pemerintah sekaligus memberdayakan masyarakat melalui pembangunan berbagai sarana dan prasarana. Waskita percaya, semakin banyak infrastruktur yang terbangun, maka semakin cepat pula pemerataan ekonomi di Indonesia bisa tercapai,” tutur Ermy.
Kontrak senilai Rp238,86 miliar yang diperoleh Waskita Karya untuk proyek budidaya ikan nila salin di Karawang tidak hanya menambah portofolio perusahaan, tetapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Proyek ini diharapkan menjadi model pengembangan tambak modern yang bisa direplikasi di daerah lain. Dengan dukungan teknologi, inovasi, serta pemberdayaan masyarakat, proyek ini berpotensi menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi pesisir di Indonesia. (*)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id