Sport . 16/08/2025, 12:13 WIB
fin.co.id - Dua laporan terakhir dari Untold menyoroti bukti statistik yang cukup menggelitik. Data menunjukkan bahwa keputusan wasit dalam memberikan kartu tidak semata-mata dipengaruhi aksi pemain di lapangan, tetapi juga tim yang sedang bertanding. Dari temuan tersebut, Arsenal tampak menjadi salah satu tim yang paling sering dirugikan.
Bukan rahasia lagi, di bawah arahan Mikel Arteta, para pemain Arsenal kini menyadari bahwa mereka bukan hanya melawan tim lawan, tetapi juga wasit yang memimpin pertandingan. Hal itu kembali menjadi perhatian setelah Premier League resmi menunjuk Simon Hooper sebagai wasit utama. Ia akan dibantu oleh Adrian Holmes dan Simon Long, dengan Jarred Gillett sebagai wasit keempat. VAR sendiri dikawal Paul Tierney bersama Steve Meredith.
Berdasarkan data yang ada, pola kepemimpinan wasit di Premier League sangat bervariasi. Misalnya:
Ada dua wasit yang lebih dari 50% laga yang mereka pimpin berakhir kemenangan tuan rumah.
Sebaliknya, satu wasit hanya mencatat 18% kemenangan kandang.
Hampir separuh laga yang dipimpin Samuel Barrott dimenangkan tim tamu, sementara dua wasit lain hanya 25%.
Robert Jones bahkan mencatat 40,9% pertandingan berakhir imbang, bandingkan dengan ada yang kurang dari 10%.
Perbedaan ekstrem ini menunjukkan bahwa gaya memimpin wasit bisa sangat berpengaruh. Walau data tersebut tidak bisa memprediksi hasil secara mutlak, setidaknya memberi gambaran kecenderungan tiap wasit.
| Wasit | Laga | Menang Kandang % | Menang Tandang % | Imbang % |
|---|---|---|---|---|
| Peter Bankes | 23 | 56.5 | 34.8 | 8.7 |
| Simon Hooper | 24 | 50.0 | 25.0 | 25.0 |
| Andy Madley | 20 | 45.0 | 25.0 | 30.0 |
| Samuel Barrott | 23 | 43.5 | 47.8 | 8.7 |
| Craig Pawson | 22 | 40.9 | 31.8 | 27.3 |
| Robert Jones | 22 | 18.2 | 40.9 | 40.9 |
| Jarred Gillett | 16 | 37.5 | 50.0 | 12.5 |
Dari tabel tersebut, terlihat jelas Simon Hooper condong pada hasil kemenangan tuan rumah. Ia mencatat 50% kemenangan kandang, sementara hanya 25% kemenangan tandang. Angka ini termasuk salah satu yang terendah dalam persentase kemenangan tim tamu.
Tak heran bila klub-klub besar mempelajari data ini sebelum berlaga. Untuk Manchester United, pesan yang mungkin diberikan sederhana: "Menanglah di kandang, karena wasit ini cenderung menguntungkan tuan rumah." Sedangkan untuk Arsenal, instruksinya lebih berhati-hati: bermain bersih, hindari emosi, jangan melakukan pelanggaran sia-sia, dan jangan sampai terpancing bereaksi berlebihan.
Karakter Hooper makin menarik saat melihat jumlah pelanggaran yang ia tiup musim lalu. Dari seluruh wasit yang memimpin minimal empat laga, Hooper tercatat paling sedikit memberikan peluit atas pelanggaran. Rata-rata ia meniup tujuh kali lebih sedikit dibandingkan wasit lain.
Namun, ketika peluit berbunyi, kartu hampir pasti melayang. Dengan rata-rata 4,67 kartu per laga, Hooper termasuk wasit paling sering mengeluarkan kartu di Premier League musim lalu. Total, ia memberikan 112 kartu kuning, hanya kalah dari Michael Oliver yang mencatat 113 kartu—dengan dua laga tambahan.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id