Internasional . 09/08/2026, 13:00 WIB

Trump Perkuat Industri Chip AS, Bahan Baku dari China Kena Tarif 15%

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

fin.co.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengambil langkah untuk memperkuat industri teknologi dalam negeri sekaligus menekan ketergantungan terhadap China. Kali ini, pemerintah AS akan mengenakan tarif 15% terhadap impor polysilicon dan produk turunannya, bahan penting yang digunakan dalam pembuatan chip komputer dan panel surya.

Kebijakan tersebut ditetapkan Trump melalui perintah eksekutif yang ditandatangani pada Kamis. Tarif baru itu dijadwalkan mulai berlaku pada Desember 2026 dan menjadi bagian dari strategi Washington untuk mengurangi ketergantungan pada rantai pasok yang didominasi China.

Polysilicon Jadi Sasaran Baru Trump

Polysilicon merupakan salah satu bahan penting dalam industri teknologi. Material berbasis silikon tersebut digunakan dalam produksi semikonduktor serta panel surya.

China saat ini menjadi produsen polysilicon terbesar di dunia dan memiliki posisi yang sangat dominan dalam rantai pasok global. Kondisi tersebut membuat material ini menjadi bagian penting dari persaingan teknologi antara Washington dan Beijing.

Dalam perintah eksekutifnya, Trump juga menetapkan harga impor minimum untuk polysilicon dan produk terkait. Kebijakan tersebut dibuat setelah pemerintah AS melakukan penyelidikan keamanan nasional terhadap produksi material tersebut di luar negeri.

Trump beralasan bahwa ketergantungan terhadap produk impor telah melemahkan industri polysilicon AS selama bertahun-tahun.

Produksi Polysilicon AS Merosot Tajam

Pemerintah AS menyebut posisi industri dalam negeri telah mengalami penurunan drastis. Pangsa produksi polysilicon Amerika Serikat disebut turun dari sekitar 50% produksi global pada 2005 menjadi kurang dari 2% pada 2024.

Sebaliknya, China berhasil membangun dominasi yang sangat besar dalam produksi material tersebut.

Trump menilai polysilicon memiliki arti strategis karena tidak hanya digunakan untuk kebutuhan industri elektronik dan energi, tetapi juga berkaitan dengan peralatan militer dan teknologi penting lainnya.

Melalui tarif impor dan insentif bagi produsen dalam negeri, pemerintah AS berharap perusahaan domestik kembali meningkatkan kapasitas produksinya.

China Kritik Kebijakan Trump

Langkah Washington tersebut langsung mendapat respons dari Beijing.

Kedutaan Besar China di Washington menilai kebijakan tarif tersebut mengganggu perdagangan antara kedua negara. Beijing juga menuduh Amerika Serikat menggunakan kekuatan negara untuk menekan perusahaan China.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id