Catatan Dahlan Iskan . 21/06/2025, 06:51 WIB
Vanunu akhirnya bebas dari penjara di tahun 2004. Yakni setelah ia menjalani hukuman 18 tahun. Setelah bebas ia tidak bisa meninggalkan Israel. Ia dianggap pengkhianat oleh Israel meski pun dianggap pahlawan kemanusiaan oleh gerakan anti nuklir dunia.
Dari pengakuannya itu dunia yakin Israel punya senjata nuklir.
Vanunu lelaki biasa. Ia berhasil dipancing oleh intelijen Israel dengan umpan wanita. Vanunu pun terbang dari Inggris ke Roma, Italia. Di Roma ia dijerat intelijen. Kebebasannya berakhir di tangan wanita.
Saya belakangan sulit menghubungi beberapa kenalan di Iran. Sebenarnya saya punya nomor kontak beberapa mahasiswa kita di sana. Semua tidak bisa dihubungi.
"Di Iran tidak ada lagi yang berani pakai WA. Mereka yakin peledak Israel bisa dikirim lewat telekomunikasi seperti HP," ujar sahabat Disway di Bangil yang juga akrab dengan mereka.
Di Bangil ada pesantren yang sering kirim alumni ke Iran. Utamanya ke kota suci Qom. Mereka kuliah di pusat spiritual ajaran syiah di Iran itu.
Saya pernah pakai Telegram tapi sudah lama tidak aktif. Sudah mati. Yakni sejak tidak pernah lagi ke Kamboja. Saat sering ke Kamboja dulu saya harus pakai Telegram --semua orang di sana pakai Telegram, bukan WA.
Kemarin saya mulai pakai Telegram lagi. Siapa tahu mereka yang di Iran kini juga beralih ke Telegram. Lalu bisa kontak dengan teman-teman lama di Iran.
Perang modern bisa dilakukan jarak jauh. Bahkan bisa lewat telepon yang lagi Anda pegang. (Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 20 Juni 2025: Rakit Hulu
Lagarenze 1301
Santai sejenak. Pak Menteri memanggil satu di antara ajudannya dan mewanti-wanti. "Saya tahu Anda suka menyebarkan lelucon tentang saya. Jangan diulangi lagi. Itu menyinggung perasaan saya." Ajudan: "Siap, saya mohon maaf, Pak." Menteri: "Bagaimanapun, saya ini bekerja sepenuhnya untuk rakyat, saya tidak akan pernah menggunakan duit rakyat untuk kepentingan pribadi." Ajudan: "Izin, Pak. Demi Tuhan, saya tidak pernah menceritakan lelucon itu kepada siapa pun."
Wilwa
Betul sekali bahwa orang yang awalnya ingin tidak korupsi tapi kemudian terpaksa korupsi karena lingkungan memaksanya korupsi. Saya pribadi berkali-kali mengalaminya sendiri dan saya cepat mengambil keputusan untuk keluar dari lingkungan tersebut. Saya yakin bahwa akhirnya saya menemukan company pengganti yang lebih baik. Keyakinan saya dalam banyak kasus terpenuhi. Tak masalah bila gajinya lebih rendah. Yang penting bisa bekerja dengan hati tenang dan pikiran jernih. Ada kekuatan misterius yang saya sendiri tak paham yang seolah menuntun ke arah yang lebih baik. Ada yang menyebut misteri itu sebagai tuhan atau karma. Entahlah. Saya cenderung anti established religion dan cenderung spiritual. Dalam arti saya yakin pada values seperti kelurusan 正 atau ketulusan 真. Established religion berdasarkan pengalaman pribadi saya hidup dan bekerja di negeri yang indah ini hanya menghasilkan orang-orang hipokrit / munafik karena itu saya menjauhi semua established religion yang semuanya “impor” itu. :) Saya lebih tertarik pada kepercayaan lokal yang semakin terpinggirkan. Menemukan values yang seringkali tak terduga. Ada ribuan aliran agama dan kepercayaan di bumi ini mengingat homo sapiens sangat creative. Sayangnya di sini, kreativitas yang berkembang adalah kreativitas yang sangat negatif yaitu korupsi. Seharusnya kreativitas itu diarahkan ke arah yang positif misalnya ke iptek. Saya yakin pada paradox: more religious more corrupt, less religious less corrupt. Duh kena text limit.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id