Hal tersebut juga memperkuat peran Indonesia sebagai aktor yang mampu menghadapi tantangan global, dan menjadi penyeimbang dalam rivalitas kekuatan besar. Maka untuk mencapai keberhasilan strategi ini memerlukan dukungan berkelanjutan, termasuk investasi pada infrastruktur, pelatihan sumber daya manusia, dan pengembangan kebijakan yang mendukung kolaborasi internasional.
Juga, pemerintah harus memastikan bahwa transfer teknologi berjalan efektif sehingga industri pertahanan domestik dapat berkembang sesuai harapan. Dengan pendekatan komprehensif ini, akuisisi drone ANKA tidak hanya menjadi simbol modernisasi pertahanan, tetapi juga tonggak penting dalam membangun kemandirian pertahanan nasional Indonesia. (Marcellus Hakeng Jayawibawa)