PIK 2 Sebut Pagar Laut Misterius Buat Pemecah Ombak

fin.co.id - 10/01/2025, 21:44 WIB

PIK 2 Sebut Pagar Laut Misterius Buat Pemecah Ombak

Pagar laut misterius yang berada di pesisir Kabupaten Tangerang. - Candra Pratama -

fin.co.id - Kuasa hukum pengembang Proyek Strategis Nasional (PSN) PIK 2, Muannas Alaidid membantah tuduhan para nelayan yang menyebut pagar laut mesiterius yang berada di pesisir Kabupaten Tangerang milik pihaknya.

"Tuduhan ini merupakan bagian dari fitnah-fitnah yang selama ini di lancarkan untuk menekan PIK 2," ujar Muannas, pada Jumat, 10 Januari 2025.

Maka dari itu, Muanas menegaskan bahwa pagar di Laut Kabupaten Tangerang sepanjang 30,16 Km bukan milik PIK 2

Sebab, lokasi tersebut tidak ada di wilayah Proyek Strategis Nasional (PSN) PIK 2.

Baca Juga

"Tidak ada kaitannya sama sekali dengan pengembang karena lokasi pagar tidak berada di wilayah PSN (Proyek Strategis Nasional) maupun PIK 2," tegasnya.

Menurut pengetahuan Muanas, pagar laut misterius itu merupakan tanggul yang terbuat dari bambu. Biasanya difungsikan masyarakat untuk memecah ombak.

"(Pagar laut) biasanya dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai tambak ikan didekat tanggul laut tersebut. Atau digunakan membendung sampah seperti di Muara Angke, atau pembatas lahan warga pesisir yg terkena abrasi. Semua kemungkinan itu ada," ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, lanjut Muannas, pagar laut di Kabupaten Tangerang itu dibuat warga hasil insitif untuk pembibitan ikan atau hewan laut lainnya.

"Sehingga sekali lagi kami menegaskan bahwa berita adanya pagar laut selain menjadi alat fitnah, tidak lebih dari mencari sensasi, padahal itu hanyalah tanggul laut biasa yang terbuat dari bambu, yang dibuat dari inisiatif dan hasil swadaya masyarakat yang kami dengar," ungkapnya.

Baca Juga

Diberitakan sebelumnya, nelayan tradisonal Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang mengungkapkan, pernah bertemu dengan pelaku pemasangan pagar laut misterius yang saat ini menghebohkan publik.

Heru Mapunca (47) menceritakan, saat di malam hari, dirinya melihat ada 5 unit mobil truck sedang konvoi membawa muatan bambu menuju Pulau Cangkir. Dari kejadian itu, dia pun merasa heran.

Akhirnya, Heru berjalan dan mengecek ke Pulau Cangkir ke esokan harinya. Dan benar saja, rasa herannnya pun terjawab. Ternyata ada para pekerja yang sedang memilah bambu.

"5 unit (truk) tuh ada apa nih? Jangan-jangan ada proyek nih kan. Pagi saya lihat, oh iya ternyata bongkaran tuh. Ada tukangnya banyak milih-milihin (bambu)," ungkap Heru, Kamis 9 Januari 2025.

"Mang ini bambu buat apa?" tanya Heru kepada tukang tersebut

"Mau buat pagar di laut," jawab si tukang.

Khanif Lutfi
Penulis
-->