Kala itu ada yang bertanya padanya, apakah dia punya keterampilan, kalau ada lebih baik bekerja di Batam dengan penghasilan lumayan sebagai buruh pabrikan. Ferry sadar tak punya keterampilan, keahliannya cuma satu jualan bakso.
Informasi tentang Batam membuatnya tertarik untuk mencoba peruntungan memulai usaha bakso miliknya sendiri. Sembari mendengarkan berita dari radio tentang Sijori (Singapura-Johor dan Riau), Ferry yakin bisa membangun mimpi.
Tahun 1992 berangkatlah ia ke Batam, menggunakan jalur darat, dari Bali ke Merak-Bakauheni, hingga sampai Pekanbaru, lalu baik bus lagi ke Dumai.
Di Pekanbaru dia sempat ditawarkan bekerja, namun Ferry keukeuh tetap ke Batam, untuk memulai usaha jualan bakso miliknya sendiri, tak lagi jadi pekerja dengan orang lain.
Dia pun berangkat berdua bersama rekannya, keduanya pun merintis usaha bersama menjadi penjual bakso keliling menggunakan gerobak. Bermodal Rp900 ribu yang ditabung hasil kerja dua tahun jualan bakso di Bali.
Ferry membeli gerobak, peralatan dapur untuk memasak bakso, dan bahan baku, serta biaya sewa rumah liar, yang di Batam dikenal sebagai rumah ruli, di kawasan Jodoh, Kota Batam.
Lagi-lagi perhitunganya tepat, minim pesaing jualan baksonya berkembang pesat, sehari dia bisa mendapatkan uang Rp50 ribu. Uang tersebut terus ditabung hingga memperluas usahanya menambah jumlah gerobak.
“Dari dua gerobak, jadi empat gerobak. Saya ajak abang saya dan temannya dari kampung gabung dengan saya,” katanya.
Sejak saat itu usaha bakso rintisan berkembang, Ferry pun jadi pemilik usaha bakso keliling dengan empat gerobak. Modal kembali, untungpun di dapat, setiap untung yang diperoleh diputar kembali untuk mengembangkan usahanya.
Ferry tak lagi turun jualan, ia bertugas di bagian dapur, sementara abang dan kedua temannya yang turun jualan. Sejak tak lagi berjualan, mengisi waktu dengan bekerja sebagai pengojek untuk tambahan modal.
Baca Juga
Syukur dan ikhlas
Hingga menikah di tahun 1995, Ferry masih merintis jualan bakso gerobak. Sedikit demi sedikit uang ditabung untuk modal membangun usaha bakso rumahan tak lagi keliling di jalan.