Lalu, sekitar pukul 09.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB portal utama di jalan perumahan tersebut ditutup satpam dengan didampingi beberapa warga lain, termasuk Idmon.
Idmon mengungkapkan, warga sekitar tidak mempermasalahkan apabila umat Kristen beribadah dilingkungannya.
Namun, kata dia, yang menjadi persoalan disini ketika Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari bangunan tersebut untuk tempat tinggal, bukan Gereja.
"Kita permasalahan status rumah ibadah itu karena itu izin mendirikan bangunan milik perumahan dalam artian IMB-nya itu ijin mendirikan bangunan untuk tempat tinggal," imbuhnya.
Lebih lanjut, Idmon mengklaim bahwa ia tidak melarang untuk warganya yang beragama lain beribadah, tetapi perlu dicermati aturan-aturan yang ada.
"Orang beribadah juga ada aturannya. Untuk mengenai hak asasi kita sudah istilahnya gak akan melarang orang melakukan ibadah, hanya ini posisi aturannya yang kita cermati gitu," jelasnya.
"Intinya tidak melarang orang melakukan ibadah, tapi sesuai dengan aturan. Mungkin dia melakukan ibadah dalam arti lingkup keluarga mereka sendiri atau beberapa orang dalam lingkup komplek silakan, monggo. Itu hak yang bener-benar kita jaga gitu," tegasnya.
Adapun, kata Idmon, terdapat hal yang menjadi keserahan warga, yaitu saat ibadah tersebut sudah melibatkan jamaah dari luar yang jumlahnya cukup banyak.
"Ini masalahnya melibatkan jamaat dari luar. Bahkan, kejadian kemarin ini termasuk sudah over jemaatnya hampir 90 warga," jelasnya.
Kronologi dari Pendeta Niky Wakary
Baca Juga
Dilokasi terpisah, Pendeta Niky juga mengungkapkan kronologi kejadian pelarangan Ibadah Natal Gerja Pantekosta di Indonesia Jemaat 'Tegar Beriman'.
Niky mengklaim dirinya sudah memberikan pemberitahuan akan adanya Ibadah Perayaan Natal yang akan dilakukan pada Minggu, 8 Desember 2024.
"Sebelum hari H-nya kami sudah memberitahukan kepada RT setempat dan (Pak RT) menerima dengan baik. Engga tau mengapa, pada hari minggu itu portal ditutup," ujar Pendeta Niki di Perumahan Cipta Graha Permai.
Kemudian, kata Niky, beberapa jam sebelum ibadah dimulai, ia mendapatkan telpon dari jemaatnya dan memberitahu bahwa portal menuju lokasi Ibadah Natal yang beralamat di Perumahan Cipta Graha Permai Blok R1 No.2, ditutup.
"Kira-kira jam 12.00 ada jemaat menelpon saya 'Pendeta, kok portal ditutup, kami tidak bisa masuk'. Karena dengan menelpon itu saya langsung ke sana dan ternyata benar, sudah ada beberapa orang disitu," jelasnya