Ekonomi . 10/10/2024, 05:22 WIB
fin.co.id - Perusahaan serta situs jual beli online ternama asal Indonesia, Bukalapak, akhirnya buka suara usai dikabarkan akan diakuisisi oleh aplikasi e-commerce asal China, TEMU.
Dalam keterangannya, pihak Bukalapak mengakui bahwa tidak pernah ada pembicaraan mengenai rencana akuisisi.
Menurut keterangan Sekretaris Bukalapak, Cut Fika Lutfi, pihak Bukalapak juga tidak pernah mengetahui tentang rencana pengakuisisian.
Ia juga menyebutkan, bahwa Bukalapak juga akan mengumumkan informasi yang sebenarnya apabila sudah menerima informasi mengenai kabar akuisisi tersebut.
"Perseroan tidak mengetahui informasi terkait rencana akuisisi oleh E-commerce TEMU," ujar Fika dalam keterangan resminya pada Rabu 9 Oktober 2024.
Selain itu, Fika juga menambahkan bahwa kabar kenaikan harga saham Bukalapak yang terjadi pada 7 Oktober lalu merupakan reaksi pasar atas kabar akuisisi tersebut.
Menurut Fika, spekulasi pasar sendiri merupakan hal yang diluar kendali pihak Bukalapak. Oleh karena itulah, Fika juga menghimbau para investor untuk memperhatikan kebenaran dari informasi yang diterima sebelum membuat keputusan.
"Perseroan menghimbau agar para pemegang saham publik dan investor dapat memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan," jelas Fika.
Sebelumnya, aplikasi e-commerce asal China, TEMU, kini kembali menjadi perbincangan hangat usai dikabarkan akan hadir di Indonesia.
Pasalnya, aplikasi TEMU ini dianggap sebagai aplikasi yang mengancam keberadaan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia.
Menanggapi isu tersebut, Staf Khusus Menteri Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) Fiki Satari menegaskan, bahwa Pemerintah saat ini terus berkomitmen untuk mengawal dan memastikan agar aplikasi TEMU tidak masuk ke Indonesia.
"Jika TEMU sampai masuk ke Indonesia, ini akan sangat membahayakan UMKM dalam negeri. Apalagi platform digital dari Cina ini bisa memfasilitasi transaksi secara langsung antara pabrik di Cina dengan konsumen di negara tujuan ini akan mematikan UMKM," jelas Fiki dalam keterangan resminya pada Rabu 2 September 2024. (Bianca/dsw).
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id