Viral . 09/09/2024, 09:31 WIB

Profil dan Biodata Guru Gembul yang Berani Sebut Habib Bahar bin Smith Ulama Gadungan: Fakta Atau Kontroversi?

Penulis : Sigit Nugroho
Editor : Sigit Nugroho

Pendiri Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Kiai Imaduddin Utsman al Bantani, raja dangdut Rhoma Irama, dan pendakwah Mama Gufron menjadi absen, meninggalkan hanya Guru Gembul sebagai satu-satunya tamu undangan yang muncul.

Acara yang bertujuan untuk membahas dan mengklarifikasi klaim mengenai nasab Ba'alawi, yang selama ini menjadi perdebatan, tetap berlangsung meskipun tanpa kehadiran para tokoh tersebut. Dalam diskusi ini, Guru Gembul—seorang YouTuber dan mantan guru yang dikenal kontroversial—membuat kejutan dengan kehadirannya yang sendirian.

"Guru Gembul adalah satu-satunya yang datang dan saya mengapresiasi keberaniannya," ujar Habib Hafidz Alattas melalui akun X @HafidzAlattas. "Ini menunjukkan bahwa Rabithah Alawiyah adalah 'ruang aman' untuk semua, dan kami berharap ada tanggapan yang setara jika ada pihak RA yang diundang ke podcast GG (Guru Gembul)."

Hafidz juga mempertanyakan ketidakhadiran Kiai Imaduddin, yang dikenal karena kritiknya terhadap nasab Ba'alawi. "Mengapa Kiai Imaduddin yang selalu membantah nasab Ba'alawi malah tidak hadir? Ini menunjukkan bahwa diskusi di Rabithah Alawiyah berjalan baik," tambah Hafidz.

Diskusi yang diadakan di Jakarta ini dihadiri oleh tim peneliti dan pembicara dari Rabithah Alawiyah, termasuk Habib Muhammad bin Husein Al-Habsyi, yang menyatakan bahwa acara tersebut bertujuan untuk memberikan klarifikasi ilmiah mengenai nasab Ba'alawi.

"Kami merasa perlu untuk mendudukkan pihak-pihak terkait agar diskusi ini tidak hanya satu arah," ujar Husein Al-Habsyi dalam tayangan streaming Nabawi TV.

Sebelumnya, Kiai Imaduddin Utsman al Bantani mengkritik klaim keturunan Nabi Muhammad SAW oleh habib di Indonesia, menyatakan bahwa berdasarkan kitab nasab abad 5-9 hijriah, tidak ada bukti bahwa habib-habib tersebut merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW. "Leluhur habib baru mengaku sebagai keturunan Nabi pada abad 9 hijriah melalui kitab yang mereka karang," katanya.

Kehadiran hanya Guru Gembul di diskusi Rabithah Alawiyah menimbulkan pertanyaan besar mengenai keterlibatan dan komitmen tokoh-tokoh yang selama ini mengkritik nasab Ba'alawi. Apakah absennya mereka mencerminkan ketidakpedulian atau strategi lain? Diskusi ini menunjukkan betapa kompleksnya masalah nasab Ba'alawi dan perlunya dialog yang lebih terbuka dan inklusif. (*)

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id