News . 17/06/2024, 10:28 WIB
fin.co.id - Kalau berkunjung ke Pekalongan, batik menjadi salah satu oleh-oleh yang selalu jadi incaran. Berbagai motif dan desain kekinian memang
selalu mencuri perhatian. Produsen batik pun terus berinovasi menghadirkan
produk yang sesuai kebutuhan pelanggan dan tentunya mengikuti perkembangan
zaman.
Salah satu
produsen batik dan fashion lokal yang cukup dikenal di Pekalongan adalah
Zialova Batik. Menghadirkan produk fashion yang beragam mulai dari daster,
gamis, hingga mukena, usaha yang dirintis oleh Nur Afidatul Azimah ini ternyata
sudah berdiri sejak 2017.
Perempuan yang
akrab disapa Afida ini menceritakan perjalanan bisnisnya yang berawal dari reseller.
Sewaktu menjadi penjahit rumahan, penjualan online belum begitu ramai,
sehingga Ia mencoba membuka toko online di marketplace.
“Jadi saya dulu
itu penjahit rumahan, lalu karena saya tipe orang yang nggak bisa gini-gini
saja, di tahun 2017 akhirnya mencoba jadi reseller. Saya jual kain batik
yang saya ambil dari toko-toko, lalu saya foto sendiri dan diposting untuk marketplace.
Seiring berjalannya waktu, pesanan semakin bertambah. Awalnya hanya 1-2 kodi,
tapi terus bertambah dan akhirnya kita jadi harus siapkan stok di rumah,”
ceritanya.
Seiring dengan
permintaan pesanan yang terus bertambah, ia pun mulai membuka toko di Pasar
Banjarsari, Kota Pekalongan di tahun 2018. Tak disangka, ini menjadi awal dari
pelanggan dan reseller yang terus bertambah.
Zialova Batik
menghadirkan beragam variasi produk yang sesuai dengan kebutuhan dan minat
masyarakat saat ini. Beberapa produk yang dihadirkan seperti mukena, daster,
gamis, hingga baju koko dan sarung yang khusus disediakan untuk bulan Ramadan.
Produk Zialova
sendiri sudah dipasarkan ke berbagai kota. Tak hanya sekitar Pekalongan saja,
tapi juga sudah ke luar kota, luar pulau, bahkan produknya juga dibawa supplier
dari Malaysia.
Pinjaman KUR
BRI Sebagai Modal Perputaran Bisnis
Sebagai sosok
yang merintis bisnis dari nol, Afida mengaku hal utama yang menjadi hambatan
adalah keterbatasan modal. Untungnya, pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari
BRI sangat membantu usahanya terus berjalan dan berkembang.
“Sekitar tahun
2018-2019, waktu pesanan seragam mulai banyak, kan saya juga bingung mencari
modal tambahan. Kebetulan ada salah satu teman yang kerja di BRI dan menawarkan
brosur KUR. Saya hitung-hitung kok bunganya rendah sekali. Jadi akhirnya saya
mengajukan itu dan mendapatkan pinjaman Rp10 juta,” ceritanya.
Seiring
kapasitas usahanya yang semakin besar dan banyaknya kebutuhan serta biaya lain
untuk produksi, ia pun kembali mengajukan pinjaman KUR dari BRI dengan jumlah
yang terus meningkat. Semuanya dimanfaatkan untuk modal tambahan operasional
yang membantu perputaran keuangan usahanya.
Zialova Batik
juga menjadi UMKM binaan Rumah BUMN. Afida bercerita bahwa ia sering
mendapatkan pelatihan yang sangat bermanfaat untuk mengembangkan usaha. Ia juga
beberapa kali diajak berpartisipasi dalam event BRI untuk pameran.
Afida pun punya
harapan besar terkait usaha rintisannya ini agar bisa terus berkembang dan
memberikan manfaat untuk masyarakat sekitarnya. “Semoga Zialova Batik semakin
meningkat dan bisa buka cabang di luar kota, usaha semakin berkembang dan bisa
ikut membantu menyejahterakan masyarakat sekitar. Karena kan kami ini produsen
jadi banyak tenaga lokal dari masyarakat sekitar yang membantu, jadi semoga
bisa semakin bermanfaat. Dan bagi wisatawan atau pemudik yang ke Pekalongan,
monggo mampir ke outlet kami,” jelasnya.
BRI selaku bank
terbesar dalam penyaluran KUR di tanah air selalu konsisten dalam memberikan
dukungan permodalan bagi pelaku UMKM dan memberikan pendampingan usaha dalam
pengembangan produk hingga upaya digitalisasi pelaku UMKM.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id