Internasional

Iran Tangkap Mata-Mata Israel yang Sering Kirim Informasi ke Mossad

fin.co.id - 2024-06-07 06:00:00 WIB

Foto kolase bendera Israel dan Iran. (AP)

FIN.CO.ID- Pejabat keamanan Iran telah menangkap tersangka mata-mata Israel di provinsi barat laut Ardabil. 

Jaksa Agung Ardabil Jalal Afagi mengatakan bahwa tersangka dicari oleh Kementerian Intelijen Iran karena bekerja untuk dinas rahasia Israel, Mossad.

Tersangka mengatakan dia berasal dari sebuah provinsi di Iran selatan dan telah mengunjungi banyak provinsi untuk menghindari pengawasan.

Tersangka berencana meninggalkan Iran, namun ditangkap dalam penggerebekan di provinsi perbatasan.

Baca Juga

Pejabat Iran mengatakan tersangka telah melakukan kontak dengan pejabat Mossad dan mengumpulkan informasi melalui jejaring sosial.

Pengumuman penangkapan tersebut disampaikan beberapa jam setelah komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Hossein Salami bersumpah akan membalas dendam atas pembunuhan seorang penasihat militer di Suriah.

Salami mengatakan pada hari Rabu 5 Juni bahwa Israel akan "membayar darah yang tertumpah".

Pejuang Garda Revolusi Saeed Abyal, yang tewas dalam serangan udara di dekat Aleppo di barat laut Suriah, dia meninggal pada hari Senin lalu. Iran menuduh Israel melakukan serangan itu.

Badan keamanan dan intelijen Iran telah berulang kali menangkap orang dalam beberapa tahun terakhir karena dicurigai menjadi mata-mata Israel.

Baca Juga

Empat orang yang dicurigai bekerja untuk intelijen Israel dieksekusi pada bulan Januari 2024, dua tahun setelah penangkapan mereka sehubungan dengan pemboman di provinsi tengah Isfahan.

Beberapa minggu lalu, empat anggota tim subversif yang dicurigai memiliki hubungan dengan Mossad juga dieksekusi.

 Menurut aparat penegak hukum, keempatnya melakukan operasi besar-besaran terhadap pasukan keamanan negara atas perintah langsung pejabat Mossad.

Pada bulan Desember 2023, seorang pria yang dihukum karena menjadi mata-mata intelijen Israel dieksekusi di provinsi Sistan-Balochistan di Iran tenggara.

Ketegangan antara musuh bebuyutan di kawasan, Iran dan Israel, meningkat secara dramatis sejak serangan 1 April terhadap konsulat Iran di Suriah yang menewaskan tujuh personel Garda Revolusi.

Iran menyalahkan Israel atas serangan tersebut dan membalasnya dengan serangan langsung pertamanya terhadap Israel dengan ratusan drone dan rudal. (*) 

Admin
Penulis