Spanyol Tak Mau Terlibat dalam Misi Militer NATO di Selat Hormuz!

fin.co.id - 02/06/2026, 23:10 WIB

Spanyol Tak Mau Terlibat dalam Misi Militer NATO di Selat Hormuz!

Spanyol menolak terlibat dalam misi militer NATO di Selat Hormuz.

fin.co.idSpanyol tidak akan mengambil bagian dalam operasi militer apa pun di Selat Hormuz yang dapat menyebabkan eskalasi lebih lanjut di kawasan tersebut, kata Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares pada Selasa, 2 Juni 2026.

Pemerintah Spanyol memilih untuk menjaga jarak dari pengerahan kekuatan bersenjata demi menghindari ketegangan geopolitik yang semakin meruncing di jalur laut strategis tersebut.

Otoritas diplomatik Spanyol menilai bahwa intervensi bersenjata justru akan memperkeruh suasana.

"Kami tidak akan mengambil bagian dalam tindakan apa pun yang dapat berarti eskalasi. Dan yang terpenting, kami pikir tidak ada solusi militer untuk krisis ini," kata Albares dalam sebuah wawancara dengan Financial Times.

Respon Spanyol Terhadap Skenario Kegagalan Damai AS-Iran

Pernyataan tegas ini muncul sebagai jawaban atas potensi keterlibatan aliansi pertahanan internasional di kawasan Timur Tengah. Menlu Spanyol itu menyampaikan hal tersebut ketika ditanya dalam wawancara tentang apakah negara itu akan bergabung dengan misi NATO untuk mengamankan Selat Hormuz jika AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan damai.

Sebelumnya pada Mei, para menteri pertahanan dari sekitar 40 negara dalam koalisi untuk membuka blokade Selat Hormuz mengadakan pembicaraan, yang dipimpin oleh Inggris dan Prancis. Pertemuan tersebut sebenarnya merancang pergerakan pasukan untuk menjaga stabilitas navigasi.

Pernyataan bersama yang dihasilkan mengatakan bahwa misi dari koalisi pertahanan tersebut akan melengkapi proses diplomatik untuk menyelesaikan konflik AS-Iran. Namun, Spanyol tetap memilih jalan non-militer.

Kronologi Pertikaian Bersenjata di Kawasan Timur Tengah

Suhu politik di kawasan tersebut memang terus mendidih setelah terjadi aksi saling serang antarnegara. Sebelum wacana misi NATO mengemuka, serangkaian serangan udara berskala besar telah mengguncang wilayah tersebut.

Berikut adalah beberapa peristiwa penting yang memicu krisis keamanan di kawasan:

  • 28 Februari: Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
  • Balasan Iran: Iran merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Sikap Donald Trump yang Sebut NATO 'Macan Kertas'

Penolakan dari sejumlah anggota aliansi ini ternyata memicu reaksi keras dari pemimpin garda terdepan Amerika Serikat. Gesekan internal dalam tubuh pakta pertahanan tersebut mulai terlihat jelas ke publik.

Kemudian pada April lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada surat kabar The Telegraph bahwa ia serius mempertimbangkan penarikan diri dari NATO setelah aliansi pertahanan itu menolak untuk membantu dalam konflik dengan Iran, dan menyebut aliansi tersebut sebagai "macan kertas".

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID