News . 12/05/2024, 11:22 WIB
Akhir dari Larangan Kopi di Mekkah, Ilustrasi: Copilto (AI)--
Larangan kopi di Mekkah ini berlangsung cukup lama, yakni sekitar 12 tahun.
Namun pada tahun 1524, Sultan Utsmani Suleiman I berhasil merebut Mekkah dan mencabut larangan tersebut.
Sejak saat itu, kopi kembali digemari dan kedai-kedai kopi kembali bermunculan.
Kopi bahkan menjadi bagian penting dari budaya Arab dan terus berkembang hingga saat ini.
Ada beberapa alasan mengapa kopi pernah dilarang di Mekkah:
Kopi dianggap sebagai minuman yang memabukkan dan dapat merusak akal.
Kedai kopi dianggap sebagai tempat berkumpulnya orang-orang yang kritis terhadap pemerintah dan agama.
Kopi dikhawatirkan dapat mendorong perilaku tidak senonoh dan maksiat.
Meskipun pernah dilarang, kopi kini menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Arab dan dunia.
Kopi Minuman yang Banyak Digemari, Ilustasi: Copilot (AI)--
Kopi, minuman yang kini digemari banyak orang di seluruh dunia, ternyata memiliki sejarah yang menarik dan penuh paradoks di Mekkah.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id