Cyber

Marak Email Palsu, Orang yang Kurang Teliti Kerap Jadi Korban: Kehilangan Uang hingga Pencurian Identitas Dampaknya

Baru-baru ini, terjadi peningkatan kasus penipuan melalui email palsu. Korban yang kurang teliti mungkin mengira email tersebut asli dan mengikuti instruksi yan

Marak Email Palsu, Orang yang Kurang Teliti Kerap Jadi Korban: Kehilangan Uang hingga Pencurian Identitas Dampaknya
Email Palsu, Ilustrasi: Copilot (AI)

Contohnya kata dia, seperti mybank2u.com dengan maybank2u.com. Kedua URL ini sekilas mirip, padahal tidak sama.

“Maka kami mengimbau kepada masyarakat yang pertama, hati-hati apabila mendapatkan email dari alamat yang tidak dikenal,” kata Himawan, dalam sebuah pernyataan resmi.

Dampaknya

Korban email palsu dapat mengalami berbagai kerugian, seperti:

Kehilangan Uang: Penipu dapat menggunakan informasi keuangan korban untuk mencuri uang dari rekening bank mereka atau melakukan pembelian tanpa izin.

Kerusakan Reputasi: Jika email palsu tersebut berasal dari perusahaan atau organisasi terpercaya, hal ini dapat merusak reputasi mereka.

Pencurian Identitas: Penipu dapat menggunakan informasi pribadi korban untuk membuka akun baru atas nama mereka atau melakukan penipuan lainnya.

Tips Menghindari Email Palsu

Berikut adalah beberapa tips untuk menghindari email palsu:

Periksa Alamat Email: Perhatikan alamat email pengirim dengan cermat. Pastikan alamat email tersebut sama persis dengan alamat email perusahaan atau organisasi yang Anda kenal.

Periksa Isi Email: Waspadai email yang berisi bahasa yang mendesak, meminta informasi pribadi atau keuangan, atau memiliki tautan mencurigakan.

Jangan Klik Tautan: Jangan klik tautan dalam email yang tidak Anda kenal atau percayai. Arahkan kursor ke tautan untuk melihat alamat tujuannya sebelum mengklik.

Hubungi Perusahaan atau Organisasi Tersebut: Jika Anda tidak yakin apakah email tersebut asli, hubungi perusahaan atau organisasi terkait secara langsung melalui saluran resmi mereka.

Laporkan Email Palsu: Laporkan email palsu ke pihak berwenang terkait, seperti Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di Indonesia.

Berita Terkait