Kesehatan

18 April Diperingati Hari Diabetes Nasional, Kenali Gejalanya

fin.co.id - 18/04/2024, 19:27 WIB

dr. Cindya Klarisa Simanjuntak, Sp.PD dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tamansari Jakarta

fin.co.id – Hari Diabetes Nasional diperingati setiap 18 April. Hal ini guna menyadarkan masyarakat untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit diabetes.

Menurut dr. Cindya Klarisa Simanjuntak, Sp.PD dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  Tamansari Jakarta, diabetes melitus (DM) masih menjadi masalah global dengan peningkatan jumlah penderita tiap tahunnya.

“Diabetes melitus sebagai silent killer dan mother of disease, yang menyebabkan komplikasi dan salah satu penyebab kematian utama di Indonesia,” ungkapnya kepada Disway.id, pada Kamis, 18 April 2024.

Ia menegaskan faktor risiko terkena diabetes melitus tipe dua adalah berat badan, rendahnya aktivitas fisik, dan kurangnya penerapan hidup sehat.

BACA JUGA: Mengenal Lebih Dekat Gejala dan Pencegahan Penyakit Diabetes

“Indeks masa tubuh yang berlebih, bisa berisiko membuat seseorang terkena diabetes. Selain itu, tingginya konsumsi makanan cepat saji dan minuman tinggi gula juga bisa meningkatkan risiko diabetes,” pungkasnya.

Di sisi lain, riwayat keluarga juga bisa mengembangkan penyakit diabetes. Pasien dengan diabetes melitus tipe 2 bisa berisiko 30 hingga 70 persen mengembangkan penyakit tersebut kepada keluarganya.

Gejala Diabetes Melitus

Cindya mengungkapkan beberapa gejala diabetes mellitus ini, diantaranya adalah:

  1. Gejala klasik: cepat merasa haus (polidipsi), sering buang air kecil (poliuri), dan cepat merasa lapar (polifagi) atau dikenal sebagai 3P (polidipsi, poliuri, dan polifagi)
  2. Penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya.
  3. Pandangan mata kabur.
  4. Luka yang tak kunjung sembuh.

Tak lupa, dr. Cindya juga membagikan tips untuk menjaga tubuh terhindar dari risiko diabetes melitus, seperti makanan makanan yang bergizi, tinggi serat, rendah garam, dan membatasi asupan lemak jenuh.

Kemudian, lakukan aktivitas fisik dengan berolahraga secara teratur sebanyak tiga hingga lima kali dalam seminggu, selama 30 hingga 45 menit tiap sesinya atau toal 150 menit per minggu.

Pengobatan diabetes antara satu dan lainnya berbeda, tidak sekadar minum obat tetapi juga wajib memonitoring tekanan darah dan indikator laboratorium secara berkala mencakup kadar glukosa darah, fungsi ginjal, dan kolesterol di bawah pengawasan dokter.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Indonesia menempati posisi tertinggi di dunia. Berdasarkan data dari International Diabetes Federation (IDF) 2021, saat ini Indonesia menempati posisi kelima dalam daftar penderita diabetes terbanyak di dunia. 

- Ayu Novita -

Khanif Lutfi
Penulis
-->