Science . 13/04/2024, 14:23 WIB
Di satu sisi, alam semesta ini luas dan sudah sangat tua, sehingga para ilmuwan memperkirakan kemungkinan besar adanya kehidupan di tempat lain.
Namun di sisi lain, hingga saat ini belum ada bukti kuat yang ditemukan tentang adanya kehidupan cerdas di luar Bumi.
Fisikawan Enrico Fermi lah yang pertama kali memunculkan paradoks ini pada tahun 1950.
Para ilmuwan telah mengajukan berbagai jawaban untuk menjelaskan Paradox Fermi ini.
Beberapa diantaranya adalah:
Pencarian kita belum cukup baik: Penemuan planet di luar tata surya baru dimulai pada 1990an, artinya penelusuran kita terhadap kehidupan di luar Bumi masih sangat terbatas.

Paradoks Fermi, Ilustrasi Dibuat Menggunakan Teknologi AI Copilot
Paradox Fermi ini terus memicu rasa ingin tahu para ilmuwan untuk mencari kehidupan di luar Bumi.
Bahkan, studi untuk mencari kehidupan ekstraterestrial atau SETI (Search for Extraterrestrial Intelligence) terus dilakukan hingga saat ini.
Meskipun alam semesta luas dan kemungkinan adanya kehidupan di luar Bumi tinggi, hingga saat ini belum ada bukti kuat yang ditemukan.
Pertanyaan tentang keberadaan alien dan peradaban lain masih menjadi misteri.
Paradoks Fermi, yang diajukan oleh Enrico Fermi, menjelaskan kontradiksi ini.
Di satu sisi, alam semesta memungkinkan adanya kehidupan lain. Di sisi lain, belum ada bukti yang menunjukkannya.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id