Lembaga Fatwa di Mesir Tidak Melarang Perayaan Hari Valentine, seperti Ini Ketentuannya

fin.co.id - 14/02/2024, 11:43 WIB

Lembaga Fatwa di Mesir Tidak Melarang Perayaan Hari Valentine, seperti Ini Ketentuannya

Hari Valentine, Coklat Valentine | Image: Budgeron Bach

Pada abad ke-17, coklat mulai ditambahkan gula dan susu untuk membuatnya lebih lezat. 

Coklat juga mulai dijual dalam bentuk batangan atau potongan.

Pada abad ke-19, coklat mengalami revolusi industri. 

Proses pembuatan coklat menjadi lebih mudah, murah, dan cepat. 

Coklat pun menjadi makanan yang terjangkau untuk semua kalangan. 

Pada saat yang sama, Hari Valentine juga semakin marak dirayakan sebagai hari cinta. 

Inilah awal dari hubungan coklat dengan Hari Valentine.

Salah satu orang yang berjasa dalam mempopulerkan coklat sebagai hadiah Valentine adalah Richard Cadbury, seorang pembuat coklat asal Inggris. 

Pada tahun 1861, ia membuat kotak coklat berbentuk hati dengan gambar cupid dan bunga mawar. 

Kotak ini diisi dengan berbagai macam coklat yang lezat dan menarik. 

Ia juga membuat kotak coklat yang bisa digunakan sebagai tempat menyimpan perhiasan atau kenang-kenangan setelah coklatnya habis.

Ide Cadbury ini ternyata sangat sukses dan disukai banyak orang. 

Coklat menjadi hadiah yang sempurna untuk menyatakan cinta dan kasih sayang. 

Coklat juga memiliki makna simbolis yang berbeda-beda, tergantung dari jenis dan warnanya. 

Misalnya, dark chocolate melambangkan cinta yang dalam dan tulus, milk chocolate melambangkan cinta yang manis dan hangat, white chocolate melambangkan cinta yang murni dan polos, dan lain-lain.

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID