- Anies Baswedan: Ketika Aparat Negara Tidak Netral, Korbannya Adalah Lembaga Negara
- Jelang Pesta Demokrasi 2024, ASN Pemkot Bekasi Mengikrarkan Diri Untuk Jaga Netralitas
"Pak Mahfud keluarganya jelas. Clean and clear. Sosoknya tegas dan pendekar hukum. Tegas bukan gebrak-gebrak meja. Gebrak-gebrak meja Itu marah-marah namanya saudara sekalian," kata Hasto menambahkan.
Prof. Mahfud Md. itu, kata Hasto, pendekar hukum dan pembela wong cilik.
Menurut dia, sosok pemimpin itu penting karena Indonesia memerlukan sosok pemimpin yang ahli dan pendekar hukum, yang secara spiritual digerakkan oleh penggemblengan di pesantren.
Pemimpin bangsa ini diperlukan moralitas yang baik dan tak bisa disogok dan disuap, seperti Prof. Mahfud Md. dengan berpadu sosok Ganjar Pranowo yang mampu dengan cepat menurunkan 1 juta orang miskin di Jawa Tengah.
"Memimpin republik tak bisa marah-marah memukul meja, tak bisa marah-marah sampai melempar handphone. Diperlukan tuntunan moral sesuai ajaran agama," jelas Hasto.